Pemprov Sumut Terus Tingkatan Digitalisasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
- Istimewa/VIVA Medan
Di sektor pertanian, Pemprov Sumut juga mendorong transformasi penggunaan sistem digital untuk mendukung pelaku pertanian. Misalnya, dengan mengembangkan start up dan inovasi teknologi lokal melalui program inkubasi dan akselerasi. Pemprov juga mendorong dan membantu petani dengan menyediakan platform digital untuk manajemen lahan, prediksi cuaca, hingga pemasaran hasil pertanian.
“Hal ini telah diimplementasikan pada kawasan pertanian terpadu di Dairi, untuk komoditas cabai, kubis dan kentang yang telah kita siapkan, untuk menerapkan pertanian presisi, selain itu juga dengan kelompok tani di Deliserdang dan Batubara sudah mengadopsi teknologi dan digitalisasi pertanian,” kata Hassanudin.
Disampaikan juga, transformasi digital bukan tugas yang mudah. Diperlukan perubahan pola pikir seluruh pihak untuk menghadapi tantangan yang peluang yang ada.
“Transformasi digital bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, saya yakin kita dapat mewujudkan pemerintahan digital yang lebih baik untuk mendukung penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik di Sumut,” ujar Hassanudin.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Eko Dono Indarto menyampaikan pentingnya transformasi digital menyeluruh di pemerintahan. Transformasi digital bertujuan untuk mewujudkan pelayanan prima yang efektif dan efisien terwujud.
“Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk transformasi digital dan sistem yang terintegrasi tersebut mulai dari perencanaan hingga sumber daya manusia yang kompeten,” kata Eko.