Korupsi Tembok Pasar Induk, Eks Kadis Perdagangan dan UMKM Tebing Tinggi Ditahan

Eks Kadis Perdagangan dan UMKM Pemko Tebingtinggi GBS (kanan) dan Direktur VII CV Rizky Mandiri Perkasa, PH, ditahan kasus korupsi.
Sumber :
  • Istimewa/MEDAN VIVA

VIVA Medan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi melakukan penahanan dua tersangka, pada kasus dugaan tindak pidana korupsi pemasangan tembok penahan pasar induk, pada Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi Tahun Anggaran 2019.

img_title Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan Modern, Polda Sumut Resmi Tahan Eks Wali Kota Sibolga dan 3 Tersangka

Kedua tersangka, yakni mantan Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Kota Tebing Tinggi, GBS, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di Pemko Tebing Tinggi dan Wakil Direktur VII CV. Rizky Mandiri Perkasa, PH.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tebing Tinggi, Hiras Afandy Silaban mengungkapkan GBS ditahan berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : PRIN-968/L.2.16/08/2023 tanggal 07 Agustus 2023.

img_title Muktamar ke-49 Muhammadiyah 2027 di Sumut, Bobby Nasution: Momentum Dongkrak UMKM dan Pariwisata

"PH berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : PRIN-969/L.2.16/08/2023 tanggal 07 Agustus 2023," ucap Hiras dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 Agustus 2023.

Mantan Kadis Perdagangan dan UMKM Kota Tebing Tinggi, GBS memakai rompi tahanan.

Photo :
  • Istimewa/MEDAN VIVA

img_title Strategi UMKM Medan Berdaya Saing, LKBN ANTARA Dorong Peningkatan Digitalisasi Marketing dan Foto Produk

Hiras menjelaskan dalam dugaan korupsi tersebut, mengakibatkan kerugian keuangan negara sesuai dengan hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dengan Surat Nomor: PE.03.03/SR-07/PW02/5.1/2023 tanggal 24 Juli 2023.

"Ditemukan kerugian keuangan negara senilai Rp203.078.482,04," tutur Hiras.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Primair : Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Kemudian, subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, tersangka langsung dibawa oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi untuk ditahan ke Lapas Kelas II Tebing Tinggi," kata Hiras.