Penyidikan Kecelakaan Tewaskan 6 Orang di Simalungun, Polisi Gunakan Metode TAA
- Dok Polres Simalungun
"Upaya untuk menghentikan truk, dengan manuver ke kanan dan kiri. Menurut tersangka, adalah tindakan terakhir, yang telah ia lakukan sebelum truk tersebut, melibas sejumlah kendaraan di depannya," jelas Choky.
Choky mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menahan DS di Markas Polres Simalungun. Guna penyidikan dan proses hukum selanjutnya.
"Keputusan untuk menahan pengemudi truk, dilandasi bukti awal serta keterangan dari tersangka. Ditambah dengan kenyataan bahwa penggunaan sabu-sabu, dapat memengaruhi kewaspadaan dan respons pengemudi saat di jalan," kata Choky.
Kecelakaan beruntun itu terjadi Rabu siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Mengakibatkan 6 orang tewas dan 4 orang luka-luka. Berdasarkan data diperoleh, kecelakaan maut itu, terjadi persis di Jalan Umum Kabupaten Simalungun mengarah jalan Pematangsiantar menuju Pematangraya.
Truk boks itu, dikemudikan supir berinsial DS (35). Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk supir truk tersebut, dilakukan petugas kepolisian. Dugaan sementara, truk boks itu mengalami rem blong. Sehingga kecelakaan tidak bisa terhindari.
Dipicu rem blong tersebut, truk hilang kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berada di jalan raya serta beberapa sepeda motor yang sedang parkir. Total kerugian diperkirakan berkisar pada angka Rp 500 juta.
"Akibat dari kejadian laka lantas secara beruntun tersebut, mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang, dan 4 lainnya menderita luka ringan," sebut Kepala Satuan Lalulintas Polres Simalungun, IPTU Jonni F. H. Sinaga.