Begini Modus Pembuatan STNK Palsu di Medan, Sudah Beraksi 6 Bulan

Tersangka pemalsuan STNK di Medan.
Sumber :
  • Polrestabes Medan

VIVA - Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengungkap modus sindikat pembuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu. Ternyata, para pelaku membeli STNK bekas dan mengubahnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir mengatakan, berdasarkan keterangan dari tiga pelaku, para tersangka pun bertambah 1 orang yang berperan mencari STNK bekas. Keempat tersangka yakni, Fran Mudigdo (35), Manda Lesmana (35), Rangga Rizky (28) dan Rizal Satria (38).

"Hasil pengembangan, satu orang tersangka lainnya berhasil diamankan yang bertugas mencari STNK bekas dan kemudian dibuat sesuai pesanan," ungkap Fathir kepada wartawan, Sabtu 21 Januari 2022.

Sadis! Sopir Taksi Online di Medan Dirampok dan Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Langkat

Baca juga:

Fathir menjelaskan, pelaku membeli STNK bekas, kemudian nomor kenderaan dan nama pemilik diubah. Aksi ini sendiri telah berlangsung sekitar 6 bulan.

Kronologi Penggrebekan Bandar Narkoba di Medan, Berujung Penyerangan Hingga 2 Motor Polisi Dibakar

"STNK bekas tersebut kemudian dilakukan modifikasi dengan cara mengganti nomor kendaraan dan pemiliknya lalu dilakukan print ulang, untuk diperjual belikan," tuturnya.

Terungkapnya pembuatan STNK palsu ini, berawal dari pengrebekan narkoba yang dilakukan Sat Narkoba Polrestabes Medan di sebuah kamar kos di Jalan Kolam Kelurahan Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area, Senin 16 Januari 2023. Ketiganya ditangkap saat sedang mengkonsumsi sabu-sabu.

Penetapan Tersangka Advokat Hendri Purba, Peradi Medan Menilai Maladministrasi Hukum

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir.

Photo :
  • Polrestabes Medan

"Penangkapan pelaku berawal dari Tim Satres Narkoba Polrestabes Medan mendapat informasi masyarakat ada sekelompok orang menggunakan narkotika," jelas Fathir.

Dari para pelaku, barang bukti yang diamankan berupa 45 STNK bekas, 2 unit laptop, 2 unit printer, 2 kotak bedak, 1 lembar ATM.

"Pelaku dikenakan Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman pidana 6 tahun penjara," pungkasnya.