Raup Cuan, Cerita Sukses Monika Pedagang Sembako Jadi Mitra Bukalapak

Jumpa pers Bukalapak di Kota Medan.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - Monika Sihombing pedagang sembako di Pasar Tradisional Nawacita, Cemara, Kabupaten Deliserdang berbagi cerita kesuksesan menjadi mitra Bukalapak. Berawal dari modal kecil-kecilan hingga meraup cuan besar.

Motif Pelaku Pembakaran 204 Kios Pasar Pakaian Bekas di Tanjung Balai, Dipicu Sakit Hati

Monika berawal di pasar tersebut, hanya memiliki kios terbuat dari tenda biru, dengan ukuran 2 kali 3 meter saja. Dia hanya berjualan pulsa dengan modal Rp 150 ribu di pasar tersebut.

"Saya berdagang dengan menjual modal kecilan. Puji Tuhan, sekarang sudah lumayan," ucap Monika dalam jumpa pers digelar oleh Bukalapak, di Kota Medan, Senin 20 Mei 2024.

BPODT Gelar Lebaran at The Kaldera 1-6 April 2025, Sajikan Pengalaman Wisata Alam

Monika mengungkapkan proses jalan panjang menjalani usahanya, mengalami kenaikan dan penurunan omset. Setelah bergabung dengan mitra Bukalapak pada tahun 2018, usahanya mengalami peningkatan.

"Awalnya itu, modal Rp 150 ribu, sekarang sudah ratusan juta. Kalau kita usaha itu, tidak langsung naik ke atas, ada turun dan naiknya. Semua itu, proses dan penuh kesabaran," ucap Monika.

Harga Terjangkau untuk Penuhi Kebutuhan Pokok, PT YAN Gelar Pasar Murah

Kini, Monika berhasil memiliki lapak tetap dan mengubah warung kelontongnya menjadi agen produk digital dan keuangan. Dengan memiliki kios permanen ukuran 4 kali 8 meter. Sehingga usahanya mengalami peningkatan drastis.

“Di sini saya menjadi satu-satunya pedagang yang menjual barang kebutuhan sehari-hari sekaligus melayani berbagai transaksi produk virtual. Alhasil, baik pembeli maupun sesama penjual bila memerlukan pulsa, token listrik, atau transfer uang akan datang ke warung,” jelas Monika.

Halaman Selanjutnya
img_title