Miris! 2 Petugas Damkar Deliserdang Diduga Dianiaya Security Saat Padamkan Api di Pabrik

Petugas Pemadam Kebakaran padamkan api.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Kebakaran terjadi di pabrik briket arang di PT HMMS, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Sabtu 19 April 2025. Namun, saat melakukan pemadaman 2 petugas pemadam kebakaran (Damkar), Kabupaten Deliserdang diduga mengalami penganiayaan.

img_title Tercatat 47 Kali Karhutla di Sumut, dengan Area Terbakar Capai 273,87 Hektar

2 petugas Damkar itu, masing-masing bernama Aji dan Raja. Korban diduga dipukul oleh sejumlah petugas keamanan atau security pabrik briket arang tersebut. 

Kedua korban, mengalami luka dibagian leher, wajah hingga kakinya. Karena perlakukan pemilik pabrik yang dinilai arogan ini. Atas perbuatan tersangka, pihak Damkar melapor ke Polresta Deli Serdang

img_title Kebakaran Pabrik Sabun di Sei Mangkei, PT Evyap Berikan Batuan Kepada Keluarga Korban Tewas Serta Evaluasi Operasional

Kepala Bidang Damkar, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Deliserdang, Anwar Siregar mengungkapkan peristiwa penganiayan dialami anggotanya tersebut. Berawal menerima laporan kebakaran, pada malam itu, sekitar pukul 22.04 WIB.

"Sampailah kami di lokasi pukul 22.15 WIB, begitu sampai mobil Damkar pertama, tidak langsung menyemprot. Karena masih kami lihat ada korsleting listrik ada ledakan-ledakan kecil, nggak berani anggota nyiram," kata Anwar kepada wartawan, Selasa 22 April 2025.

img_title Ini Identitas Tiga Korban Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei Simalungun

Ilustrasi penganiayaan.

Photo :
  • Istimewa/VIVA Medan

Kemudian, petugas Damkar mengarahkan pihak pabrik untuk mematikan seluruh aliran listrik. Tapi, pihak pabrik memaksa untuk segera dilakukan pemadaman api. Agar api tidak besar dan menyebar di bangun lain di pabrik itu.

"Lalu mereka meyakin kan kami, kalau aliran listrik udah diputuskan 'siramlah cepat, nanti marak apinya'," ucap Anwar menirukan ucapan pihak keamanan pabrik.  

Pemadam api berlangsung, tiba-tiba seorang petugas kestrum listrik. Ternyata, belum semua aliran listrik mati. Aliran listrik itu, lalu mengalir ke bagian kuningan selang.

"Ada anggota kita sengatan listrik, untung bisa dilepasnya kepala selang itu kan dari kuningan itu. Gara-gara tersetrum, memerah dibagian kaki petugas kami," jelas Anwar. 

Kondisi lokasi kebakaran, banyak terdapat bahan mudah terbakar, api terus membesar dan ditambah lagi jalan menuju pabrik hanya muat dilalui satu mobil Damkar.

"Jadi mereka kecewa lagi, lama kali katanya proses pemadaman, di satu sisi air di tangki mobil pertama sudah mau habis, jadi masuklah mobil kedua. Karena medannya disitu gak bisa menggeser mobil pertama, jadi mobil kedua hanya menyuplai air dari mobil kedua ke tangki mobil pertama," jelas Anwar.

Halaman Selanjutnya
img_title