Miris! 2 Petugas Damkar Deliserdang Diduga Dianiaya Security Saat Padamkan Api di Pabrik
- Istimewa/VIVA Medan
Pengelola pabrik, berasumsi mobil damkar kedua tidak bisa digunakan, mereka lalu mengintimidasi para petugas Damkar. Sempat terjadi kata-kata provokasi.
"Mereka anggap mobil kedua yang datang itu tidak bekerja, mereka lalu bilang 'ah rusak ya mobil yang kalian kirim ini bakar aja' jadi tetap ada yang memprovokasi, namanya panik lah mereka," ucap Anwar.
Dalam keadaan provokasi dan intimidasi, Anwar mengatakan petugas Damkar tetap melakukan prosesor pemadaman api di pabrik tersebut. Termasuk, mobil Damkar lainnya masih dalam perjalanan.
Selanjutnya, petugas Damkar mencari sumber alternatif dengan mencari air rawa-rawa di sekitar lokasi kebakaran.
"Petugas Damkar lalu mengangkat mesin pompa hisap air supayaair dari rawa-rawa, itu bisa dimasukkan ke tangki, ternyata mesin hisap itu rusak, gak bisa hidup, tetapi mobil Damkar masih tetap menyiram api dengan air yang tersisa," tutur Anwar.
Selanjutnya, terlihat datang sejumlah pihak keamanan pabrik, dengan bahasa provokasi dengan bahasa petugas Damkar Deliserdang, tidak terlatih dan sempat terjadi cekcok mulut.
"Karena saling menjawab-menjawab dipukul orang itu langsung anggota kita, Aji, itu pukulannya dari samping gak tau anggota itu. Baru yang kedua dipukul namanya si Raja. si Raja ini sempat melihat pelaku karena dia dipukul dari depan," kata Anwar.
Anwar mengatakan setelah sempat dipukul, Raja tidak mau melawan bahkan dia meminta maaf dan hendak melanjutkan, proses pemadaman. Walaupun mendapat pukulan, petugas damkar tetap memadamkan api hingga dipadamkan.
"Namun saat jalan dia (Raja) dari rawa-rawa menuju balik ke mobil pemadam kebakaran itu, rupanya (Raja) tiba-tiba dipukul dari belakang, dipukul lagi, jadi dia yang paling parah. Pengakuan Raja tiga kali kali dia dipukul dari tiga orang yang berbeda," ucap Anwar.