Nelayan di Sergai Berangkat Haji Usai Menabung Rp10 Ribu Selama 15 Tahun
- Dok Kemenag
VIVA Medan - Penantian dan kesabaran Salam Alifiah (95) warga Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) berangkat haji akhirnya terjawab usai menabung selama 15 tahun hasil dari ia melaut. Calon haji (Calhaj) ini menyisihkan uang dan menabung hasil ia melaut.
Calhaj tertua Kabupaten Sergai ini berangkat menunaikan ibadah haji didampingi putranya Sari Gunawan (55). Warga Dusun I Desa Pekan Tanjung Beringin Kec. Tanjung Beringin ini berhaji dengan menabung hasil tangkapan melaut. Niatnya yang uat dengan kerja keras akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima.
"Saya sangat bersyukur akhirnya keinginan menunaikan ibadah haji terwujud meski sudah masuk di usia senja 95 tahun," sebut Kakek Salam kepada Humas saat Manasik Haji di Masjid Agung Sergai, mengutip kemenag.go.id, Senin 28 April 2025.
"Bahkan, saya telah menyandang sebutan Canggah atau Datuk karena telah memiliki cucu dan cicit," sambungnya.
Suami dari Asiah (70) ini tercatat sebagai calon haji (Calhaj) tertua dari Tanah Bertuah Negeri Beradat, julukan Kabupaten Sergai. Karena faktor usia, keberangkatan haji ayah 6 anak ini didampingi sang putra ketiganya Sari Gunawan (55).
Keduanya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 Embarkasi Medan (KNO 14). Mereka berangkat pada gelombang II bersama 284 calon haji, termasuk petugas kelompok terbang (Kloter) lainnya asal Sergai. Di antara mereka, ada 123 jemaah laki-laki dan 163 jamaah perempuan. Mereka bergabung dengan Calhaj asal kota Medan sebanyak 74 Calhaj.
Pemeriksaan kesiapan pemberangkatan kloter pertama calon jamaah haji asal Sumut pelaksanaan haji 2024.
- Dok Pemprov Sumut
Kakek Salam berbagi cerita bahwa niat berhaji sudah tertanam sejak puluhan tahun, sejak masih aktif sebagai nelayan tradisional. Sejak itu, kakek empat belas cucu ini terus menabung.
“Kadang satu hari bisa menabung Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, jika hasil tangkapan lumayan banyak bisa menabung Rp50 ribu. Hal ini rutin dilakukan bapak selama 15 tahun dan sudah terkumpul sekitar Rp25 juta, hingga akhirnya bapak tidak kami perkenankan lagi melaut karena faktor usia,” sebut Sari Gunawan, anaknya yang ikut mendampingi saat manasik.
Sari Gunawan menyebutkan, dengan bekal hasil tabungan orang tuanya yang sempat tersimpan belasan tahun setelah total tidak melaut lagi untuk setoran awal. Akhirnya keluarga berembuk, menyelesaikan pelunasan biaya haji dan kebutuhan lainnya yang mencapai sekitar Rp20 juta lebih, setelah tujuh tahun mendaftar, seraya sebelumnya memutuskan dirinya yang mendampingi orang tua berangkat haji.