Guru Honorer Ikut Demo Dugaan Kecurangan Seleksi PPPK Langkat Dipecat

Aksi unjuk rasa guru honorer protes penerimaan PPPK di Kantor Bupati Langkat.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Seorang guru honorer di Kabupaten Langkat, Anggie Ratna Fury Putri yang memperjuangkan haknya dipecat oleh kepala sekolahnya tempat mengajar. Alasannya, karena Anggie selaku guru honorer ikut berdemo dalam dugaan kecurangan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru yang hingga kini masih terus bergulir.

img_title Polda Sumut Tangkap Konten Kreator TikTok, Diduga Sajikan Live Pornografi dengan Raup Keuntungan Capai Rp 80 Juta

Anggie mengajar sebagai guru honorer sudah 4 tahun di Sekolah Dasar 050666 Lubuk Dalam, Kecamatan Stabat.

"Mulanya kami lagi rapat, dan saya gak berpikir dengan PPPK. Setelah itu rapat kami yang terakhir, kok membahas tentang PPPK," katanya, Rabu 1 Mei 2024.

img_title Sempat Mangkir Panggilan Pertama, Pemilik Akun @alehhh22 Jalani Pemeriksa di Polda Sumut Terkait Tawaran Rp 80 Juta

"Saya memang ikut aksi dan memperjuangkan hak saya. Tapi, gak ada sama sekali saya bawa kepala sekolah dan tidak ada bawa nama-nama sekolah kami," sambungnya saat diwawancarai di rumahnya.

Kata Anggie, ada dua orang yang dipecat oleh Kepala SD 050666 Lubuk Dalam berinisial T tersebut.

img_title Kronologi Penangkapan Seleb TikTok di Medan, Usai Unggah Konten Diduga Penistaan Agama

"Kepala sekolah bilang, atas nama ibu Anggie dan Ibu Nurul, besok gak usah ke sekolah ini lagi," ujar Anggie menirukan ucapan kasek.

Puluhan guru honorer geruduk Kantor Bupati Langkat di Stabat persoalkan hasil PPPK.

Photo :
  • Istimewa/VIVA Medan

Ucapan kepala sekolah membuatnya terpukul. Dan yang lebih terpukulnya lagi, kepala sekolah berinisial T tersebut melakukan pemecatan di hadapan puluhan guru lain yang saat itu tengah dalam forum rapat.

"Kepala sekolah ini bilang, dia gak mau menambah masalah dengan adanya anggota saya yang ikut aksi kasus PPPK ini. Untung ruginya sih tidak ada sama saya, tapi saya gak mau ada masalah, sampai saya dipanggil," ujar Anggie kembali menirukan ucapan kasek.

Ia menambahkan, pemecatan yang dilakukan kepala sekolah masih secara lisan.

"Saya ada pegang SK dinas dan kepala sekolah. Dan tahun ini saya mengajar sudah empat tahun," ujar Anggie.

"Meski saya dipecat, saya akan tetap masuk. Karena saya berpedoman dari SK dinas yang saya dapat. Lalu saya gak pernah melanggar kedisiplinan dan tanggung jawab saya," sambungnya.

Guru mata pelajaran Bahasa Inggris ini berharap, agar tidak ada guru honorer lainnya yang bernasib sama dengannya.

"Semoga tidak ada lagi teman-teman yang ikut berjuang dan bernasib seperti saya. Dan semoga gak ada kepala sekolah yang memecat guru honorer, karena kami memperjuangkan hak kami," ujar Anggie.

Halaman Selanjutnya
img_title