Catut Nama Edy Rahmayadi, Pengusaha di Medan Diduga Tipu Kontraktor Rp2,4 Miliar
- istimewa
VIVA – Seorang pengusaha yang juga sebagai kontraktor berinsial MN diduga melakukan penipuan atau penggelapan uang rekannya bernama M Andy Syuhada. Dugaan penggelapan itu membuat Andy mengalami kerugian senilai Rp2,4 miliar.
Kini, MN sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil (SP2HP) yang beredar di kalangan wartawan Kota Medan.
Kuasa Hukum dari Andy Syuhada yakni Darwin Nababan menjelaskan tersangka menggunakan modus menawarkan proyek dengan mencatut nama mantan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.
Lalu, Andy menyepakati kerja sama dengan MN dan melakukan pengerjaan proyek bersama dalam pembangunan lanjutan tahap dua SMA Negeri Plus Besitang, Kabupaten Langkat, di Dinas Pendidikan Sumut bernilai pagu sekitar Rp10 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sumut tahun anggaran 2022.
MN pada awalnya menawarkan kerja sama kepada Andy untuk menggarap proyek itu. Namun MN memutus kerja sama saat proyek pekerjaan telah mencapai 31 persen. MN memutus kerja sama secara sepihak dengan berbagai alasan.
Alhasil uang yang sudah diserahkan Andy kepada MN sebesar Rp2,4 miliar itu tak kunjung kembali. Andy pun harus menelan kerugian.
"Itu singkat ceritanya, uang klien kami tak dikembalikan. Mereka diusir dari proyek dan MN menunjuk kontraktor lain untuk melanjutkan," ujar Darwin kepada wartawan di Kota Medan, Sabtu 25 November 2023.
Darwin menjelaskan uang sebesar Rp2,4 miliar itu diserahkan bersamaan dengan kesepakatan kerja sama pada tahun 2022 lalu, tak lama setelah libur Hari Raya Idulfitri.
Setelah uang muka proyek cair 30 persen atau sekitar Rp2,8 miliar, MN langsung menyerahkannya kepada Andy. Kemudian uang muka tersebut langsung digunakan Andy untuk pembiayaan proyek hingga proses pekerjaan mencapai 31 persen.
Darwin mengungkapkan bahwa sampai proses tersebut masih banyak juga material yang telah dibelanjakan sebelumnya tapi belum terpakai.
"Jadi MN dengan gagahnya selalu bilang bahwa ia ada proyek dan bawa-bawa nama Pak Edy Rahmayadi lagi. Mengaku dekat sama Pak Edy yang ketika itu masih gubernur aktif, lantas klien kami yakin. Orang diajak bekerja sama, prinsipnya saling percaya," jelas Darwin.