Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi, Dua Transpuan Mengadu ke LBH Medan
- BS Putra/VIVA
"Kami bareng-bareng ke hotel, sempat tunggu lama. Lalu, kami naik ke lantai tiga di hotel itu," katanya.
Deca menjelaskan di dalam kamar dirinya dan rekannya langsung bertemu dengan laki-laki yang memesannya. Di sana mereka diminta untuk membuka seluruh pakaiannya. Namun keduanya menolak dan meminta uang panjar kepada laki-laki tersebut.
Kemudian, laki-laki tersebut masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama, pintu kamar mereka pun digedor dari arah. Setelah pintunya dibuka ternyata ada sejumlah pria berpakaian preman yang diduga oknum polisi.
"Di situ terjadi penggerebekan itu. Enggak ada alasan apa pun mereka langsung tangkap kami. Ada sekitar delapan orang," tutur Deca.
Deca sempat memberontak dan mempertanyakan surat penangkapan terhadap dirinya dan temannya itu. Dia mengatakan saat itu pria yang datang diduga oknum polisi melakukan pemeriksaan di kamar.
Tak lama laki-laki yang memesannya pun keluar dari dalam kamar mandi. Lalu, diduga oknum polisi ini pun melakukan pemeriksaan dan ditemukan sabu dari tangannya.
"Jadi tamu kami itu pura-pura mengeluarkan bungkusan. Langsung kami dibilang mau pakai narkoba di hotel itu. Kami bilang enggak ada niat untuk itu. Pembahasan di WhatsApp juga enggak ada bahas itu," ucap Deca.