Amankan Arus Mudik Lebaran 2025, Polda Sumut Terjunkan 12 Ribu Personel Gabungan

Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - Polda Sumut akan menerjunkan 12 ribu lebih personel gabungan dalam pengamanan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, dengan menerapkan operasi kepolisian terpusat 'Ketupat Toba 2025'.

KAI Sumut Catat Telah Layani 214 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

Untuk mempersiapkan pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat Toba 2025, Polda Sumut menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan jajarannya, Kodam 1 Bukit Barisan, dan Polres Jajaran, Pertamina hingga stakeholder, digelar di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis 13 Maret 2025.

"Dalam Operasi Ketupat Toba 2025 ini, Polri menyiapkan pasukannya sebanyak 12 ribu sekian untuk mengamankan Operasi Ketupat Toba 2025," kata Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto kepada wartawan di Mako Polda Sumut.

Polda Sumut Belum Temukan Dana Gereja Rp 28 Miliar yang Digelapkan Digunakan Eks Kepala Kas BNI untuk Biaya Umroh

Whisnu mengungkapkan dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2025 ini, Polda Sumut akan mendirikan pos pengamanan pelayanan sebanyak 167 pos di seluruh wilayah Sumut. "Dengan kolaborasi Polri, TNI, Pemda dan steakholder serta masyarakat kita dapat melaksanakan operasi ini dengan aman dan lancar," sebut Kapolda Sumut.

Selain itu, Polri juga akan mengamankan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, pariwisata, dan kelancaran lalu lintas. "Koordinasi dengan SAR juga dilakukan, terutama mengingat potensi curah hujan tinggi di akhir Maret dan awal April 2025," ucap Whisnu.

Eks Pejabat BNI yang Gelapkan Dana Jemaat Rp 28 Miliar Ditangkap Bersama Istrinya Saat Mendarat di Bandara Kualanamu

Dalam rakor tersebut, Whisnu mengungkapkan juga dibahas tentang kerawanan Kamtibmas mengalami penurunan berkat Operasi Keamanan Yang Ditingkatkan (KYD) yang telah dilakukan sebelumnya. "Operasi ini berhasil menekan angka kejahatan seperti geng motor, begal, dan narkoba," tutur Kapolda Sumut.