Beredar Pesan WhatsApp Penculikan Anak di Medan, Polda Sumut: Hoax! Tetap Waspada

Ilustrasi penculikan anak.
Sumber :
  • istockphoto.com

VIVA - Warga Kota Medan dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai soal penculikan anak. Kabar tersebut menyebutkan, pelajar di salah satu sekolah di kawasan elit Kota Medan menjadi korban penculikan.

Polisi Belum Ungkap Motif Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

Isu penculikan anak tersebut pesan suara berdurasi 1 menit 29 detik. Rekaman tersebut menyebutkan jika seorang anak bernama Zaskia selamat dari penculikan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Kepada ibu-ibu wali murid kelas 2A, saya imbau nanti kalau menjemput putra-putrinya jangan sampai terlambat, karena tadi pas olahraga di lapangan dekat masjid di belakang ada kejadian, Zaskia hampir diculik," demikian bunyi rekaman suara tersebut.

Rekontruksi Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Kabanjahe, Tiga Tersangka Lakukan 57 Adegan

"Tadi di Sekolah Al Musabbihin Komplek Tasbih ada upaya penculikan anak, beruntung aksi org tersebut digagalkan masyarakat," demikian petikan pesan chat yang diteruskan berkali-kali lewat WhatsApp.

Baca juga:

Bank Mestika Gelar Edukasi Keuangan di SMK Putra Bangsa Berbudi

Rekaman tersebut menceritakan kronologis kabar penculikan tersebut. Jadi tadi Zaskia ditarik sama ibu-ibu berjilbab tapi mukanya seperti muka bencong gitu, ya jadi si Zaskianya ditarik kenceng, Zaskianya nggak mau, ditarik ditendang sama Zaskia, Zaskia teriak-teriak ke Adiba suruh panggilin Pak Haryono orang itu langsung kabur.

Halaman Selanjutnya
img_title