Berkas Perkara Penganiayaan dan BBM Ilegal AKBP Achiruddin Dinyatakan Lengkap
- BS Putra/MEDAN VIVA
VIVA Medan - Dua berkas perkara milik AKBP Achiruddin Hasibuan dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Berkas itu, kasus penganiyaan dan kasus gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.
Untuk kasus penganiyaan, dilakukan penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Sedangkan, kasus BBM ilegal ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut.
"Ya benar, dua berkas (penganiayaan dan BBM) yang menyeret AKBP AH sudah dinyatakan lengkap," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu 14 Juni 2023.
Hadi mengungkapkan dalam waktu dekat, penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Medan. Selain kedua kasus ini, mantan Kabag Binops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut itu, jadi tersangka kasus gratifikasi.
"Kalau yang gratifikasi berkasnya belum lengkap," jelas Hadi.
Sedangkan untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hadi mengungkapkan penyidik kepolisian masih melakukan proses penyidikan.
"Kalau TPPU belum, masih proses penyelidikan," tutur perwira melati tiga itu.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.
- Polda Sumut
Untuk diketahui, AKBP Achiruddin Hasibuan menyandang status tiga kali jadi tersangka. Kasus pertama, berawal dari perkelahian anak AKBP Achiruddin Hasibuan, yakni Aditya Abdul Ghany Hasibuan dengan temannya, bernama Ken Admiral di rumahnya, di Jalan Guru Sinumba, Kota Medan, Kamis dini hari, 22 Desember 2022, sekitar pukul 03.00 WIB.
Kedua belah pihak saling lapor ke Polrestabes Medan, pada sore harinya. Hingga kasus ini, ditarik ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Pada Selasa 25 April 2023. Video membabi-buta penganiayaan dilakukan Aditya Hasibuan terhadap Ken Admiral viral di media sosial dengan cepat, pada malam harinya.
Anak dan bapak tersebut, langsung diamankan petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Bidang Propam Polda Sumut. Pada malam itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menetapkan Aditya Hasibuan jadi tersangka.
Kemudian, AKBP Achiruddin saat menjabat Kabag Binops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut ditahan dan penempatan khusus oleh Bidang Propam Polda Sumut. Keesokan harinya, Rabu 26 April 2023, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah mewah milik AKBP Achiruddin.