Bonus PON-Perpanas 2024 Disamakan, Ketua NPC Sumut: Doa Kita Dikabulkan untuk Kesetaraan

Gubernur Sumut Bobby Nasution foto bersama dengan atlet Peparnas XVII Solo tahun 2024 di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memberikan bonus yang sama terhadap atlet dan pelatih meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 dan menyamakan jumlah bonus untuk Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. 

Salat Idul Fitri Perdana Sebagai Gubernur Sumatera Utara, Ini Pesan Bobby Nasution

Semula, bonus yang diberikan Pemprov Sumut kepada atlet peraih medali emas individu di Peparnas 2024 adalah Rp150 juta. Sedangkan perak Rp85 juta, dan perunggu Rp50 juta. 

Setelah kebijakan Bobby, akhirnya bonus atlet NPC disamakan dengan atlet PON, yakni medali emas Rp250 juta, medali perak Rp125 juta, dan perunggu Rp75 juta. 

FWP Khawatir Kebebasan Pers di Sumut Terbelenggu, Ini Alasannya

Begitu juga dengan bonus pelatih, medali emas mendapat Rp100 juta, perak Rp75 juta, dan perunggu Rp50 juta.

Menyikapi hal tersebut, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting mengucap terima kasih kepada Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution yang menyamaratakan bonus atlet PON dengan Peparnas. 

500 Warga Sumut Ikuti Program Mudik Gratis Lebaran Tiba di Belawan Medan

Alan Sastra mengatakan ini merupakan penantian panjang atlet dan pelatih NPC, setelah pemerintah pusat terlebih dahulu menyamakan bonus atlet difabel dan non difabel. 

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyerahkan bonus/tali asih kepada atlet dan pelatih berprestasi di PON XXI Aceh-Sumut dan Peparnas XVII Solo 2024.

Photo :
  • Dok Pemprov Sumut

Hal itu, diungkapkan oleh acara pemberian bonus/tali asih bagi atlet dan pelatih peraih medali di PON-Peparnas 2024, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa siang, 25 Maret 2025.

"Terima kasih kepada pak Gubernur karena ini sebuah sejarah untuk NPC dan atlet-atlet difabel karena setelah Peparnas ketiga kali, baru doa kita dikabulkan untuk kesetaraan. Harapannya, ini perhatian Pemerintah Provinsi Sumut terus berlanjut karena atlet kita juga prestasinya sangat membanggakan," ucap Alan.

Alan menjelaskan pihaknya juga mengapresiasi kebijakan Gubsu Bobby Nasution, yang akhirnya memutuskan agar beban pajak bonus ditaggung pemerintah provinsi. Itu berarti, atlet dan pelatih menerima tali asih full tanpa ada potongan pajak. 

"Insya Allah, kalau hari ini kita menginput data-datanya ini dikejar, mudah-mudahan nanti sebelum lebaran disalurkan kepada atlet dan pelatih. Kita menyesuaikan apa yang didapat atlet PON," ujarnya. 

Apresiasi juga dikatakan atlet para angkat berat NPC Sumut, Nurtani Purba yang meraih medali emas di PON 2024 Solo, Jawa Tengah. Nurtani mengucap syukur atas putusan Gubsu yang meminta kepada BPKAD dan Plt Sekda Sumut untuk menyamakan jumlah besaran bonus atlet PON dengan Peparnas. 

"Alhamdulillah, kami mengucap terima kasih sebesar-besarnya kepada pak Bobby karena inilah yang kami nanti sejak dulu. Ini pasti menjadi motivasi tambahan bagi kita untuk bisa meraih prestasi lebih baik di event selanjutnya demi nama harum daerah Sumut," ucap Nurtani. 

Selain pengurus dan atlet, apresiasi juga dikatakan asisten pelatih para atletik NPC Sumut, Endang Sari Sitorus. Mantan atlet nasional ini pun mengaku putusan itu sangat membuat motivasi mereka bertambah, terutama untuk meningkatkan prestasi di berbagai multi event olahraga nasional maupun internasional. 

"Putusan pak Gubernur (Bobby) tadi membuat kami semakin termotivasi dan bersyukur ya bang. Apalagi, perjuangan kami (NPC) di Peparnas dengan PON sama-sama berjuang demi nama harum Provinsi," kata Endang. 

Sebelumnya, penyamarataan bonus (tali asih) atlet dan pelatih Sumut peraih medali di Peparnas 2024 muncul atas kegelisahan salah satu atlet angkat berat NPC Sumut, Tambi Sibarani. Peraih emas di Peparnas 2024 tersebut, mengeluhkan pemerataan bonus atlet difabel dengan non difabel yang justru sudah diterapkan oleh pemerintah pusat, saat kepemimpinan Presiden Joko Widodo. 

"Sebenarnya, salah kami orang-orang NPC ini apa sih pak? Sejak 2016, di Sumut belum ada kesamaan bonus atlet NPC dengan atlet lain (PON). Padahal di pusat sudah menyamaratakan, bahkan beberapa provinsi juga," kata Tambi. 

Atas curhatan itu, Mantan Wali Kota Medan ini lantas merespon dengan cepat. Bobby langsung meminta Plt Sekda, BPKAD, dan Disporasu untuk menyamaratakan bonus atlet peraih medali di PON dan Peparnas. 

"Mau disamakan? Ya sudah, ditambain dan disamain ya pak Sekda dan BPKAD dengan bonus PON," ucap Bobby disambut riuh dan tepuk tangan semua atlet dan pelatih. 

Bobby mengaku tidak mengetahui pasti alasan bonus atlet dan pelatih PON dan Peparnas berbeda. Bobby pun meminta setiap putusan harusnya dikomunikasikan dengan baik oleh Gubernur ataupun Wakil Gubernur. 

"Inilah akibatnya kalau sejak awal tidak ada koordinasi dengan pimpinan. Saya, sebagai orang baru di sini (Gubsu) harusnya diinformasikan. Jadi, hal-hal yang seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya. 

Selain itu, Bobby juga memastikan pajak bonus tidak jadi ditanggung oleh atlet dan pelatih. Melainkan, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah provinsi. 

"Saya tidak akan menyalahkan gubernur sebelumnya karena saat ini saya adalah gubernurnya. Maka, ini menjadi tanggung jawab saya. Jadi, pajak itu tetap harus dibayar, tapi bukan atlet dan pelatih yang menanggung. Melainkan pemerintah provinsi," kata Bobby. 

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menambah bonus atlet kontingen Sumut peraih medali beregu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 dan menyamakan jumlah bonus untuk Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024. 

"Tambah (bonus) Rp 10 miliar, untuk memberikan semangat dan terus berprestasi," sebut Bobby Nasution kepada wartawan.

Sebelumnya, pada acara tersebut, para atlet dan pelatih mengungkapkan aspirasinya agar bonus atlet dan pelatih PON maupun Peparnas dapat ditambah. Selain itu, para atlet juga mengharapkan agar pajak bonus dapat ditanggung oleh pemerintah. Gubernur langsung menjawab harapan para atlet dan pelatih tersebut.

“Hari ini, saya Gubernur Sumatera Utara, keputusan dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menjadi tanggung jawab kami semua, termasuk menjadi tanggung jawab saya sebagai Gubernur Sumatera Utara hari ini,” ujar Bobby, yang hadir bersama Wakil Gubernur Sumut Surya.

Menurutnya prestasi yang diraih kontingen Sumut pada PON maupun Peparnas sangat membanggakan bagi Sumut. Pada PON XXI, Sumut meraih peringkat empat nasional. Sementara kontingen Peparnas meraih peringkat lima besar nasional.