AHY Tunjuk Syahrial Nasution Jabat Wakil Sekjen DPP Demokrat
- Istimewa/VIVA Medan
VIVA Medan - Mantan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution, terpilih menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat periode 2025-2030. Pria kelahiran Medan ini kian memantapkan karier politiknya di partai yang didirikan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Minggu 23 Maret 2025 lalu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terpilih kembali melalui Kongres VI mengumumkan struktur dan kepengurusan baru periode 2025-2030. AHY menempatkan sejumlah tokoh nasional sebagai wakil ketua umum.
Antara lain Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, anggota DPR RI Benny K. Harman, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf, Letjen TNI (Purn) Ediwan Prabowo dan Vera Febyanthy Rumangkang.
"Sebagai Sekjen periode 2025-2030, Bung Herman Khaeron. Beliau adalah seorang aktivis senior dan akan dibantu para Wakil Sekjen untuk mendukung tugas-tugas organisasi selama lima tahun ke depan," kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta.
Syahrial Nasution terpilih sebagai salah satu Wakil Sekjen bersama Afriansyah Noor, Agust Jovan Latuconsina, Jansen Sitindaon, Renanda Bachtar, Jemmy Setiawan, Didik Mukrianto, Rezka Oktoberia, Imelda Sari, Inggrid Kansil, Heri Sebayang dan Umar Arsal.
Syahrial Nasution adalah Ketua Media Center SBY-JK tahun 2004 sebagai tim pemenangan SBY menjadi presiden. Aktivis mahasiswa 98 jebolan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung ini cukup dikenal sebagai wartawan senior yang kini aktif sebagai pebisnis.
Kiprahnya di dunia jurnalis bermula di Grup Jawa Pos dan sebagai Redaktur Eksekutif koran Rakyat Merdeka. Dikancah pergerakan dan politik nasional, Syahrial Nasution diketahui memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh politik dan pergerakan senior. Seperti sesepuh GMNI Suko Sudarso, tokoh Malari Hariman Serigar, tokoh HMI Fuad Bawazier, Rocky Gerung, Setiawan Djody, dan sejumlah tokoh senior pergerakan lainnya yang sudah tiada.