Terjerat OTT KPK, Ini Profil Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga

Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga.
Sumber :
  • Fanpage Diskominfo Kabupatenlabuhanbatu

VIVA Medan - Operasi senyap dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), Kamis 11 Januari 2024. Sejumlah pejabat dilaporkan diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, salah satunya Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga.

img_title Tahun 2027, Gubernur Sumut Targetkan Pengaspalan Jalan Sepanjang 16 Km di Kawasan Pesisir Labuhanbatu

Berikut profil Erik Adtrada:

Erik baru menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu selama 3 tahun atau dilantik pada 13 September 2021. Pada saat itu, pria yang lahir pada 5 Mei 1980 ini menjadi bupati dengan dukungan dari Partai NasDem, Hanura, PDIP, dan PBM. Kemenangannya dalam Pilkada Labuhanbatu 2021 tidak berlangsung tanpa kontroversi.

img_title Kecelakaan Mobil Tahanan Polres Labuhanbatu vs Truk Tronton di Jalinsum, Polisi Ungkap Kronologinya

Perselisihan hasil Pilkada tersebut sempat diajukan ke Mahkamah Konstitusi oleh lawannya, calon nomor urut 3 Andi Suhaimi Dalimunthe dan Faizal Amri Siregar. Meskipun begitu, Mahkamah Konstitusi pada akhirnya memutuskan untuk mendukung kemenangan Erik.

Selain sebagai politikus, Erik juga diketahui berprofesi sebagai dokter. Keluarganya pemilik salah satu rumah sakit di Labuhanbatu.

img_title Ini Fakta Sementara di Balik OTT KPK di Lingkungan BNPB, 14 Orang Terjaring Hingga Sita Rp 1,4 Miliar dan Emas

Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga.

Photo :
  • Istimewa/VIVA

Erik mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada 1999-2004. Dia lalu melanjutkan magisternya ke Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan pada 2016-2017.

Sebelum jadi bupati, Erik juga pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Elpi Al Azis (2015-sekarang) yang merupakan milik keluarganya, dan Anggota DPR-RI (2018-2019).

OTT KPK Jerat Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga

Penyidik KPK melakukan operasi senyap dalam OTT Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga bersama sejumlah pejabat di Pemkab Labuhanbatu lainnya. KPK menyebut, OTT Bupati Labuhanbatu ini dugaan penyuapan.

"Diduga menerima pemberian hadiah atau suap. Saat ini kami telah mengamankan beberapa pihak, sejumlah uang dan barang bukti lainnya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Saat ini, ia masih berstatus terperiksa. KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Erik.

"Kami masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman, setelah selesai selanjutnya kami update," sebut Ghufron.

Warga berkumpul di depan rumah dinas Bupati Labuhanbatu, Erik Adtarada Ritonga.

Photo :
  • Tangkapan layar/VIVA Medan

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa ruangan Kadis Kesehatan dan Kadis PUPR Kabupaten Labuhanbatu telah disegel dengan warna merah bergaris hitam. Terdapat tulisan 'dilarang melewati garis batas' dan sticker bertuliskan 'dilarang melewati batas' serta tulisan KPK yang ditandatangani dan bertuliskan tanggal 11 Januari 204 serta penanggung jawab juga ditandatangani.

OTT di Kabupaten Labuhanbatu, dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Ia mengatakan OTT tersebut, dalam rangka penanganan kasus dugaan penyuapan di Pemkab Labuhanbatu.

"Benar, KPK telah lakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Kabupaten Labuan Batu Propinsi Sumatera Utara. Terkait dugaan korupsi penyuapan," sebut Ali Fikri saat dikonfirmasi VIVA Medan, Kamis siang, 11 Januari 2024.

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Kamis, 11 Januari 2024 - 16:21 WIB

Judul Artikel : Profil Erik Adtrada Ritonga, Bupati Labuhanbatu yang Kena OTT KPK

Link Artikel : https://www.viva.co.id/berita/nasional/1676565-profil-erik-adtrada-ritonga-bupati-labuhanbatu-yang-kena-ott-kpk

Oleh : Deddy Setiawan