Ini Peran 4 Pelaku Begal Sadis Pembunuh Mahasiswa UMSU di Medan

Empat pelaku begal dan pembunuhan mahasiswa UMSU
Sumber :
  • BS Putra/MEDAN VIVA

VIVA Medan - Dalam keadaan kaki diperban, keempat pelaku begal sadis pembunuhan mahasiswa UMSU, Insanul Anshori Hasibuan dihadirkan saat jumpa pers berlangsung di Mako Polrestabes Medan, Kamis 22 Juni 2023. Keempat pelaku kakinya diperban, karena melawan petugas saat diamankan, agar bisa melarikan diri.

Pelajar di Asahan Tewas Diduga Tendang Oknum Polisi, Begini Reaksi Polda Sumut

Para pelaku begal sadis itu, masing-masing bernama Andriansyah, M Riski, Nur Ahmad Aulia alias Amek dan Rafizafana. Para pelaku yang tergolong remaja ini, hanya bisa tertunduk saat mengikuti konferensi pers tersebut. Terlihat juga merasakan sakit, akibat luka tembak diderita.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengungkapkan keempat pelaku masing-masing memiliki peran dalam menjalankan aksinya. Tidak segan-segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam.

Polda Sumut Siap Bantu Menangkap Kembali Napi yang Kabur dari Lapas Kutacane

"Ada yang menendang, ada yang memukul dan ada yang membacok. Leadernya (pemimpin) itu Nur Ahmad Aulia alias Amek," kata Valentino kepada wartawan.

Ahmad Aulia dan Andriansyah pelaku pembunuhan mahasiswa UMSU.

Photo :
  • Dok Polda Sumut
Pemprov Sumut Miliki Utang DBH Rp2,2 Triliun, Begini Kata Bobby Nasution

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi hadir dalam jumpa pers itu. Ia mengatakan Polda Sumut bersama jajaran, akan melakukan tindakan tegas terhadap aksi begal, geng motor dan aksi premanisme baik di Medan dan Sumatera Utara.

"Tindakan para pelaku begal ini sudah sangat menggangu masyarakat. Kami akan melakukan tindakan lebih tegas lagi kepada para pelaku yang masih beraksi," ucap Hadi.

Hadi mengimbau kepada orang tua, untuk selalu melakukan kontrol terhadap aktivitas anak-anaknya di luar rumah dan melarang pulang hingga larut malam. Kemudian, Hadi mengatakan saat ini Polda Sumut bersama Kodam I/BB sudah melakukan langkah-langkah untuk operasi penertiban terhadap para pelaku begal, gemot dan premanisme.

"Ini merupakan komitmen Kapolda Sumut," ucap perwira melati tiga itu.

Dandim 0201/BS Kolonel Inf Ferry Muzawwad mengungkapkan siap membantu Polrestabes Medan, untuk memberantas aksi tindakan meresahkan warga. Karena itu, sudah menjadi arahan dari pimpinan TNI AD di Sumut.

"Sesuai dengan arahan, Kota Medan harus aman, nyaman dan kondusif. Kami siap mendukung penuh program Polrestabes Medan," jelas Ferry.

Rafizafana dan Riski pelaku pembunuhan mahasiswa UMSU.

Photo :
  • Dok Polda Sumut

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengapresiasi pengungkapan yang dilakukan Polrestabes Medan. Menurut Bobby, banyaknya jumlah tersangka merupakan prestasi bagi Kepolisian.

"Tapi tidak baik bagi pemerintah. Ini menandakan Kota Medan kurang baik-baik saja. Tindakan yang dilakukan harus tegas, karena bukan kali ini ada korban yang meninggal dunia," kata menantu Presiden Joko Widodo itu.

Bobby mengatakan, dari seluruh tersangka yang diamankan tersebut, usia maksimal 29 tahun, yang merupakan usia yang produktif.

"Kita minta Polrestabes Medan memiliki program agar pemuda melakukan kegiatan positif," kata suami Kahiyang Ayu itu.

Menantu Presiden Jokowi tersebut mengatakan, Pemko Medan sudah berdiskusi dan telah dilaporkan kepada Kapolda dan Pangdam untuk melakukan penyekatan di beberapa titik yang tidak diperbolehkan untuk dilalui.

"Contohnya gerombolan bermotor yang membawa senjata tajam (sajam), akan kita tutup di beberapa titik pintu masuk ke Kota Medan," katanya.