PKM Dosen Unimed Gelar Pelatihan Digitalisasi Karya Sastra di Kampung Nelayan Belawan

Tim PKM Dosen Unimed
Sumber :
  • Dok Unimed

Pondok Belajar Arnila berdiri pada tahun 2015, memegang misi awal yakni berfokus pada memberantas buta huruf, menulis, dan berhitung. Pada awalnya hanya Arnila sajalah yang menjadi tenaga pengajar sekaligus relawan, namun seiring bertambahnya waktu, kini Pondok Belajar Arnila sudah merekrut beberapa relawan untuk membantunya mengembangkan literasi di Kampung Nelayan Seberang.

Anggota PKM Unimed, Muhammad Anggie J. Daulay, S.S., M.Hum menjelaskan tim pengabdian yang bertugas menyampaikan materi tentang puisi menuturkan bahwa puisi lebih dari curahan hati. Dimana, puisi adalah letupan jiwa, lebih jauh bisa maknai sebagai gejolak batin dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan baik oleh diri sendiri maupun yang diamati dari orang lain.

"Apa saja bisa kita sajikan melalui puisi. Baik itu tentang cinta, kesedihan, kemiskinan, kritikan ataupun lingkungan yang ada di sekeliling kita. Momentum saat ini bisa kita manfaatkan untuk membuat suatu puisi berbasis ekologi yang merepresentasikan keadaan kita sekarang di Kampung Nelayan Seberang ini," kata Anggie.

Anggie mengatakan adik-adik harus paham, bahwa puisi terikat oleh irama, rima, persajakan dalam susunan bait-bait, yang ingin dihasilkan adalah keindahan bahasa dalam puisi itu sendiri.

"Berbeda dengan cerpen dan novel, yang bahasanya lebih bebas dan tidak terikat persajakan," ucap Anggie.

Dikesempatan yang sama, Dr. Syairal Fahmy Dalimunthe, M.I.Kom., juga memberikan stimulus terkait ekologi kelautan yang dapat dimanfaatkan menjadi ide cemerlang dalam menentukan tema yang diangkat pada puisi.

"Ketika kita membuat puisi, kita juga berusaha agar gagasan atau ide tersampaikan ke orang lain. Kita dapat menyelipkan pesan lewat bahasa-bahasa yang indah dan figuratif," sebutnya.