Ketua Prima DMI Sumut, Kecam Aksi Arogan Polisi Bubarkan Pendemo di Masjid Raya Sumbar

Personel polisi memakai sepatu masuk di Masjid Raya Sumbar.
Sumber :
  • Tangkapan Layar/VIVA

Lanjut Ketua Prima DMI Sumut, tidak dengan tindakan refresif dan paksa untuk membubarkan massa. Masih banyak cara yang lebih elegan dan manusiawi dalam mencari solusi permasalahan yang ada. 

Amankan Arus Mudik Lebaran 2025, Polda Sumut Terjunkan 13.104 Personel Gabungan

Menurunkan pasukan brimob bersenjata lengkap untuk membubarkan massa yang kebanyakan orang tua, ibu-ibu dan anak-anak, itu menandakan Kapolda Sumbar tidak memiliki ide, tidak profesional dan tidak dekat dengan masyarakatnya. 

Ditambah lagi, Gubernur Sumbar yang nuraninua dipertanyakan,? karena tidak mau menemui massa.

Konsep Baru Safari Ramadhan, Bobby Nasution Datangi Masjid Masih dalam Pembangunan

"Terlepas dari tuntutan masyarakat pendemo, seharus Gubernur dan Kapolda turun untuk menemui massa dan menenangkannya. Bukan malah blunder jadi seperti ini," bebernya.

Prima DMI Sumut mendukung program strategis nasional yang akan dilaksanakan di Sumbar, tapi juga tidak dengan menekan dan mengkesampingkan hak-hak masyarakat serta rasa keadilan di negeri ini. 

Ditahan 81 Hari, Mantan Kabagbinopsnal Polda Sumut Ramli Sembiring Diduga Alami Pelanggaran HAM

Irwansyah menegaskan, jangan sampai masyarakat khususnya umat islam kecewa dan semakin tidak percaya terhadap Polri, dan jangan sampai issu ini dikelola menjadi bahan politik

"Inikan udah masuk tahun politik, akan banyak orang yang berkepentingan. Jgn sampai jadi bahan orang yang tidak bertanggung jawab. Intinya selesaikan dan polri minta maaf," tutur Ibey.