Ini Langkah Pemprov Sumut dalam Mengantisipasi Ancaman Flu Burung
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
“Tantangan penanggulangan penyakit zoonosis tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, akademisi, rumah sakit, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan internasional. Jika aspek ketiga dalam One Health ini berjalan padu, maka kemampuan kita dalam deteksi dini, pencegahan, dan respons wabah akan jauh lebih efektif,” tambahnya.
Sulaiman juga menegaskan, hasil pembahasan dan rekomendasi dari lokakarya tersebut akan menjadi bahan penting bagi Pemprov Sumut dalam penyusunan program kerja dan kebijakan anggaran melalui perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Windy menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026, didukung melalui kemitraan strategis bersama HSP Indonesia.
Workshop diikuti 47 peserta yang merupakan perwakilan Tim Gerak Cepat lintas sektor. Penguatan kapasitas difokuskan pada tiga daerah prioritas dengan tingkat mobilitas tinggi, yakni Kota Medan, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Deliserdang.
Sejumlah instansi strategis turut mengambil bagian dalam kegiatan ini, antara lain RSUP H. Adam Malik Medan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP/PTKM) Medan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara, asosiasi profesi, serta berbagai lembaga mitra pembangunan kesehatan.
Melalui lokakarya ini, diharapkan Sumatera Utara semakin siap membangun sistem ketahanan kesehatan daerah yang tangguh, memperkuat koordinasi lintas sektor di lapangan, serta menghasilkan rekomendasi taktis untuk melindungi masyarakat dari ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung.