Refleksi Penyelamatan Kawasan Ekosistem Batang Toru

Para pembicara refleksi penyelamatan Kawasan Ekosistem Batang Toru.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

Di luar itu, lanjut Fhiliya, pemerintah juga tidak terlihat serius dalam menindak pelaku kejahatan lingkungan. Justru yang terlihat pemerintah fokus hanya pada penguatan kelembagaan tanpa ada langkah konkret. Hal-hal tersebut berpotensi mengganggu ekosistem Batang Toru, termasuk masyarakat lokal.

img_title Ratusan Sawit Ditumbangkan Demi Pulihkan Kawasan Ekosistem Leuser di Kabupaten Langkat

Belum lagi tentang rencana relokasi jalan, jalur kereta api dan kawasan ketenagalistrikan yang menurutnya kemungkinan besar juga berdampak pada kawasan hutan, termasuk ekosistem Batang Toru. Dari riset yang dilakukan, terjadi penyusutan ruang hijau, menunjukkan tidak adanya komitmen eksplisit terhadap ruang hijau.

"Bahwasannya ada klausul yang menyatakan jika masyarakat atau masyarakat adat mengganggu aktivitas atau mengganggu kelestarian kawasan fungsi lindung, maka masyarakat atau masyarakat adat, itu akan disingkirkan bahasa kasarnya. Ini kan nomenklatur atau klausul-klausul jahat yang harus menjadi catatan penting kita untuk kita kampanyekan bersama," katanya.

img_title Perkuat Ekosistem Industri Kopi Lewat Indonesia Coffee Expo Medan 2026, Target Transaksi Rp 2 Miliar

Prayugo Utomo, jurnalis IDNTimes yang hadir sebagai narasumber di pertemuan itu membagikan pengalamannya meliput isu ekosistem Batang Toru sejak 2018 bersama sejumlah jurnalis dari media lain. Yugo, panggilan akrabnya, yang juga aktif di Voice of Forest itu mengatakan, terlebih dahulu harus berjalan kaki selama 7 jam untuk sampai ke Camp Mayang untuk meliput deforestasi di Batang Toru.

Yugo mengaku bangga karena dengan perjalanan liputan yang menguras energi itu dia menjadi jurnalis yang pertama berhasil mendokumentasikan orangutan tapanuli di lokasi liputannya. Sementara, lanjut Yugo, liputan itu tidak berjalan mulus karena ternyata identitas jurnalis yang meliput sudah bocor ke perusahaan tambang di Batang Toru.

img_title Angkat Potensi Pertanian dan Tradisi Hiasi Festival Bunga dan Buah 2026 di Kabupaten Karo

Dikatakannya, banyak konflik, peristiwa atau hal-hal yang berkaitan dengan isu Batang Toru, seperti ditutupi secara sistematis. Salah satunya kematian individu/anak orangutan tapanuli yang mati di lahan PLTA. "Kami berusaha mengkonfirmasi ke BBKSDA Sumut tapi jawabannya sangat terbatas. Bahkan pihak humas kementerian yang dulunya kepala balai pun, terkesan enggan menjawab," katanya.

Di sisi lain, sebenarnya isu Batang Toru tidak terbatas pada Orangutan tapanuli. Ada spesies lain misalnya kura-kura kaki gajah yang kondisinya terancam dan tidak diperhatikan. Masyarakat banyak yang tidak mengetahui satwa itu dilindungi. Lebih parahnya sering dikonsumsi atau dijual sebagai 'tambol' minum tuak.

Halaman Selanjutnya
img_title