Puncak Arus Balik Lebaran 2024, Berlangsung Selama 3 Hari di Sumut

Pemudik Lebaran berangkat dari Terminal Terpadu Amplas.
Sumber :
  • Dok Pemprov Sumut

"Kalau macet, kalau volume Kenderaan bermotor sudah over kapasitas, bagaimana kenderaan itu terurai, dan lancar," kata Agustinus.

img_title Cegah TPPO dari Desa, Imigrasi Sumut Bentuk 171 Desa Binaan

Agustinus menjelaskan belum 100 persen pemudik kembali ke Sumut dari berbagai daerah di Indonesia. Karena, puncak arus mudik terjadi selama tiga hari hingga besok hari.

"Kalau 100 persen pemudik balik belum, diperkirakan 100 persen, besok. Kita lihat nanti data pergerakan, setiap moda. Bisa periode pergerakan pemudik," kata Agustinus.

img_title KAI Sumut Beri Diskon Tiket 17 Persen untuk Tiket KA Sribilah Fakultatif Spesial HUT ke-81 RI

Agustinus mengimbau masyarakat dan pengguna kendaraan bermotor untuk tertib lalulintas, mengikuti rambu lalulintas dan arahan petugas di lapangan, untuk antisipasi terjadi kemacetan, yang parah.

"Yang penting pada prinsipnya pengguna jalan ini, kalau daerah wisata. Kalau kepadatan lalulintas, pasti terjadi itu. Trafik pasti terjadi kepadatan. Kalau terjadi Kemacetan jangan mengambil lajur lawan arah, itu akan menimbulkan kemacetan yang parah," jelas Agustinus.

img_title Bandara Kualanamu Siapkan Berbagai Kegiatan HUT ke-81 RI, dari Parade Kebudayaan Hingga Simfoni Nusantara

Agustinus mengatakan kerap terjadi, pengguna kenderaan bermotor bila terjadi kemacetan mengambil lajur lawan arah, jadi menimbulkan macet parah.

"Kalau semua tertib, tidak mengambil lajur lawan arah, kemacetan dapat segera terurai dengan cepat. Kadang ini, enggak. Dilapis-lapis, jadi macet parah. Mengurangi yang stagnan itu sulit," jelas Agustinus.

Agustinus menambahkan dalam pemantauan aktivitas lalulintas selama arus mudik, pihak Dishub Sumut menggunakan aplikasi Google MAP hingga melakukan kordinasi antar instansi melalui virtual di Zoom Meeting.

"Monitor dengan teman-teman Polda Sumut melalui zoom, di google map kuning mendekati merah, langsung dilihat titik kemacetannya, apa penyebabnya. Sekarang lebih gampang," tutur Agustinus.