Kemenpar - Kemenbud Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya, Kick Off GSMS 2026 Resmi Diluncurkan di Danau Toba
- Istimewa/VIVA Medan
VIVA Medan - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) perkuat pendidikan karakter berbasis seni, budaya, dan pendidikan guna membentuk karakter bangsa dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan di Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba.
Melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) secara resmi meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026 di Kawasan Danau Toba. Program strategis ini diharapkan dapat memperkokoh akar tradisi lokal sebagai daya tarik utama pariwisata berkelas dunia di Danau Toba.
Kick off GSMS 2026 dilaksanakan pada 20 dan 21 Juli 2026 di tiga kabupaten di kawasan Danau Toba. Tahun ini sebanyak enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpilih menjadi pelaksana program GSMS meliputi SMP Negeri 4 Laguboti, SMP Swasta Budi Darma Balige, dan SMP Negeri 2 Ajibata di Kabupaten Toba; SMP Negeri 1 Doloksanggul di Kabupaten Humbang Hasundutan; serta SMP Negeri 1 Palipi dan SMP Negeri 2 Simanindo di Kabupaten Samosir.
Plt Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, menekankan bahwa pengembangan pariwisata yang berkelanjutan tidak terlepas dari peran sumber daya manusia dan kebudayaannya.
"Pariwisata tidak hanya soal keindahan alam, tetapi juga tentang manusia dan budayanya. Melalui GSMS, kami ingin memastikan generasi muda memiliki ruang untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya. Ini adalah fondasi penting dalam memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia," ujar Arditama dalam keterangannya Rabu 29 Juli 2026.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Natalia Silitonga, menyebutkan bahwa kolaborasi lintas kementerian ini adalah momentum krusial bagi pengembangan hospitality dan karakter siswa. Ia berharap GSMS 2026 mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan memiliki kebanggaan mendalam terhadap identitas budaya Batak.
Sekolah yang mendapatkan program GSMS akan didampingi oleh para seniman profesional yang secara berkala akan menjadi fasilitator pembelajaran sesuai waktu yang sudah ditentukan. Para siswa akan diajak untuk mengikuti proses belajar berbasis praktik nyata yang mengangkat kekayaan seni budaya lokal seperti seni tari, musik, dan vokal.
Kepala SMP Negeri 4 Laguboti, Parlindungan Hutapea, bersama Kepala SMP Swasta Budi Darma Balige, Fr. Paulus Leo Leu, menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah mereka. Seluruh Kepala Sekolah yang terlibat berkomitmen untuk memaksimalkan kesempatan ini guna mengasah bakat dan karakter peserta didik. Nantinya, hasil pembelajaran ini akan diwujudkan dalam bentuk karya atau pertunjukan seni yang berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di kawasan Danau Toba.