AKBP Achiruddin Divonis Ringan, JPU Banding : Hukumannya Jauh dari Tuntutan

JPU terdakwa AKBP Achiruddin Hasibuan, Rahmi.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis AKBP Achiruddin Hasibuan dengan hukuman penjara selama 6 bulan. Menyikapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan banding.

img_title Polsek Sei Rampah Bekuk Penganiaya Sopir Truk hingga Buta, Pelaku Sempat Melawan dan Coba Melarikan Diri Saat Ditangkap

"Kami sebagai jaksa penuntut umum akan melakukan banding," sebut JPU, Rahmi kepada wartawan usai persidangan, Selasa 26 September 2023.

Rahmi menjelaskan bahwa vonis majelis hakim tersebut, jauh dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut 1 tahun dan 9 bulan penjara. Sehingga, ia menilai putusan itu, terlalu ringan.

img_title Banding Nadiem Makarim Dikabulkan, Hukuman Jadi 9 Tahun - Penjara 6 Tahun Bila Tak Bayar Uang Pengganti Rp548 Miliar

"(Vonis hakim) beda dengan pasal yang dituntut dan hukumannya jauh dari apa yang kita tuntutan. Tuntutan yang kami tuntut itu Pasal 351 Junto Pasal 56 ayat 2. Namun hakim berpendapat dalam fakta persidangan (Achiruddin melanggar) Pasal 335 ayat 1," jelas Rahmi.

Sementara itu, Kuasa Hukum AKBP Achiruddin, Joko Pranata Situmeang mengatakan, pihaknya akan konsultasi kepada terdakwa banding atau tidak.

img_title PN Medan Tolak Permohonan Prof Suwardi Lubis Terkait Penundaan Eksekusi Lahan dan Gedung Kampus UDA

"Nanti kita akan berdiskusi dengan klien kita," tutur Joko.

Joko mengungkapkan bahwa putusan majelis hakim itu, ada terkait dengan pengancaman ini, masih bisa diperdebatkan. Sehingga hakim tidak melihat dari keterangan saksi ahli pidana dalam sidang.

"Waktu persidangan hadir ahli pidana, Pak Mahmud Mulyadi mengatakan bahwa (Pasal) 335 itu, walaupun (saat penganiayaan) ada senjata. Sesuai dengan pertimbangan majelis adalah senjata. Selama tidak ada kata-kata, ada narasi ancaman, itu belum sempurna (pengancaman)," ucap Joko.

Terdakwa AKBP Achiruddin Hasibuan usai jalani sidang di PN Medan.

Photo :
  • BS Putra/VIVA Medan

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim PN Medan, menjatuhkan hukum terhadap AKBP Achiruddin Hasibuan selama 6 bulan kurungan penjara. Terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah membiarkan anaknya, Aditya Abdul Ghany Hasibuan menganiaya terhadap temannya atau korban Ken Admiral.

Majelis hakim diketuai oleh Oloan Silalahi menjelaskan bahwa terdakwa Achiruddin terbukti secara sah melanggar dakwaan subsider kedua yakni Pasal 335 ayat 1 KUHPidana tentang pengancaman.

''Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Achiruddin oleh karena itu pidana penjara selama 6 bulan dan membayar biaya restitusi sebesar Rp 52.382.200 secara tanggung renteng dengan saudara saksi Aditya Hasibuan (anaknya)," sebut Oloan dihadapan terdakwa di PN Medan, Selasa 26 September 2023.

Oloan mengungkapkan tidak sependapat dengan dakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang mendakwa terdakwa AKBP Achiruddin terbukti melanggar primer Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana jo Pasal 56 Ayat 2 KUHPidana. Lalu Subsider, Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana jo Pasal 56 Ayat 2 KUHPidana Tentang penganiayaan Atau kedua, Pasal 335 Ayat 1 KUHPidana.

Halaman Selanjutnya
img_title