Tertemper Mobil di Deli Serdang, Perjalanan Kereta Api Terhenti Selama 28 Menit
- Ist/VIVA Medan
Deli Serdang, VIVA Medan – Insiden kereta api Sribilah Utama tertemper mobil Honda Mobilio, membuat perjalanan KA tersebut terhenti selama 28 menit, di lokasi kecelakaan di perlintasan pembohong, tepatnya di km 27+2/3 petak jalan Stasiun Lubuk Pakam-Stasiun Araskabu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat siang, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 12.40 WIB.
Dari kejadian tersebut seluruh kru dan penumpang kereta api selamat. Perjalanan KA (U51) Sribilah Utama, sempat terhenti 28 menit atas kejadian ini, kata Manager Humas PT KAI Divisi Regional I Sumut, M. As'ad Habibuddin.
Akibat kecelakaan tersebut, satu orang tewas bernama Janry Sagala (34) warga Leuwi Bandung Desa Citeureup Kecamatan Dayehkolot Kabupaten Bandung. Janry merupakan sopir mobil Honda Mobilio, dengan nomor polisi D 1538 YBN nahas itu.
Selain korban tewas, kejadian kecelakaan itu juga membuat dua korban luka-luka, yang merupakan penumpang tersebut, masing-masing bernama Deby Claudia Afrika (27) warga Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang , dan Adelina Br Sinuraya (25) warga Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo.
Kereta Api tertemper mobil di Kabupaten Deli Serdang.
- Ist/VIVA Medan
Berdasarkan kronologi kejadian, mobil Honda Mobilio dikemudikan Janry Sagala melintas dari lokasi kejadian menuju jalan Lubuk Pakam-Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, menggunakan jalan alternatif melewati KA tanpa palang.
Diduga pengemudi tidak memperhatikan adanya kereta api yang melintas, saat itu melintas KA (U51) Sribilah Utama relasi Rantau Prapat-Medan tertemper mobil tersebut.
Tabrakan ini, tidak dapat dihindari, mobil Honda Mobilio diseret hingga 1 Km lebih. Akibatnya, Janry Sagala tewas dilokasi kejadian. Sedangkan, 2 korban luka dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Patar Asih Kecaamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.
Kasus kecelakaan tersebut, kini ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang, dengan melakukan evakuasi seluruh korban, pemeriksaan Saksi-saksi dan olah TKP.
Selanjutnya M. As'ad menyampaikan duka yang mendalam bagi korban dan keluarga atas kejadian ini. Lalu, ikut prihatin dan menyyangkan atas kecelakaan tersebut.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melewati perlintasan sebidang pembohong. Sebab sangat berbahaya dan berpotensi fatal, seperti yang terjadi saat ini,” sebut As'ad.
Demi keselamatan bersama, As'ad mengatakan bahwa KAI Divre I Sumut akan segera menutup perlintasan pembohong tersebut. Masyarakat dipersilakan menggunakan perlintasan resmi yang tersedia palang pintu.