Imbas Menjamu Nusantara United, PSDS Kena Sanksi Komdis PSSI dan Bayar Denda Rp 225 Juta

Laga PSDS vs PSPS di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

Menyikapi putusan itu, Manajer PSDS, Herman Sagita mengaku terkejut dengan sanksi dan denda tersebut. Yang dinilai terlalu besar, disaat klubnya juga mengalami gangguan finansial.

img_title Pertandingan Terakhir di Liga 2 Musim Ini, PSMS Medan Tetap Bidik Kemenangan Lawan Persiraja di Banda Aceh

"Syok, kaget. Kok denda sebesar itu. Belum pernah kejadian seperti ini," sebut Herman kepada wartawan, Kamis 1 Februari 2024.

Sanksi tidak memberikan rasa keadilan bagi PSDS. Herman mengungkapkan pihaknya akan mengajukan banding ke Komdis PSSI tersebut.

img_title Gol Cepat PSMS Bawa Kemenangan Atas Sriwijaya FC, dengan Skor Tipis 1-0

"Kami akan banding, saat ini kami sedang di Bandung (persiapan lawan Persikab). Nanti setelah dari sini kami siapkan banding," jelas Herman.

Herman mengatakan memberikan dampak buruk diujung kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini. PSDS terancam terdegradasi ke Liga 3 musim depan dan harus menghadapi sanksi berat ini.

img_title Belum Pernah Menang, PSMS Siap Putus Tren Negatif Hadapi Garudayaksa FC di Pakansari

"Sedikit banyak berpengaruh karena ada tiga pemain PSDS yang disanksi. Tapi kami yakin secara keseluruhan anak-anak bisa fokus untuk pertandingan besok," kata Herman.

Sanksi ini, tidak lepas dari pemain hingga pelatih PSDS menyampaikan protes keras kepada sang wasit. Memberikan injury time hingga 10 menit. Mereka memertanyakan alasan wasit memberikan waktu yang panjang itu.

Selain itu, Agung Setiyawan bulan-bulan suporter melempari wasit menggunakan botol air mineral. Sempat tertahan lebih dari 5 menit di lapangan, wasit akhirnya bisa keluar setelah berlari-lari dikawal panpel ke ruang ganti.