Petisi Penolakan Dirut BPODT, Begini Respons Jimmy Panjaitan
- Istimewa/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan–Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Bernando Panjaitan angkat bicara atau merespons terkait petisi penolakan dirinya kembali menjabat pimpinan tertinggi BPODT. Ia pun, tidak mempersoalkan hal tersebut.
"Terima kasih infonya, gak apa-ap. Kami mendengar (terkait petisi itu)," sebut Jimmy Bernando Panjaitan saat dikonfirmasi Medan.viva.co.id terkait petisi tersebut, Sabtu siang, 18 April 2026.
Jimmy Panjaitan mengungkapkan bahwa petisi tersebut, disambutnya dengan senang hati untuk menerima masukan dalam pembangunan di kawasan Danau Toba.
"Tentu dengan senang hati menerima masukan yang membangun. Semoga semua pihak bisa lebih baik lagi ke depannya," ucap Jimmy saat dihubungi melalui telepon seluler.
Petisi Penolakan Dirut BPODT.
- Tangkap Layar
Diberitakan sebelumnya, masyarakat hingga pelaku usaha pariwisata, yang tergabung dalam Komunitas Prajurit Pariwisata Kawasan Danau Toba (KPP-KDT), menginisiasi petisi penolakan Jimmy Bernando Panjaitan kembali menjabat Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).
Petisi ini, bertajuk 'Penolakan Dirut BPODT'. Petisi ini, dilakukan untuk menolak kelanjutan habatan Dirut BPODT yang telah berakhir pada 25 Maret 2026. Hasil petisi tersebut, akan disampaikan KPP-KDT kepada Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dalam waktu dekat ini.
"Ini kebetulan kita kan menginisiasi petisi ini. Bisa ribuan tandatangan petisi untuk menolak (Dirut BPODT) ini," sebut perwakilan KPP-KDT, Tamba Tua Sirait, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 17 April 2026.
Tamba mengungkapkan petisi ini, sebagai wujud mendesak Menteri Pariwisata untuk segera memberhentikan Jimmy Bernando Panjaitan dari jabatannya, karena sudah berakhir masa periodesasinya, lalu mendorong Kemenpar menunjuk Plt Dirut BPODT sembari memproses Dirut BPODT yang baru.
"Kami juga akan melayangkan surat penolakan secara resmi kepada Menteri Pariwisata untuk Dirut BPODT ini," tegas Tamba yang juga menjabat Kepala Desa Pardomuan Ajibata, Kabupaten Toba.
Tamba mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Toba melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu bersama sejumlah Kepala Desa. Pada intinya, selama memimpin sebagai Dirut BPODT tidak ada menunjukkan kinerja yang baik.
"Ada beberapa poin yang kami, ada 11 poin. Ada 11 poin tuntutam kami ke BPODT. Kenapa? Karena memang kinerja dari Jimmy Panjaitan atau kinerja dari BPODT ini tidak mempunyai visi, tidak mempunyai visi yang jelas. Belum ada nampak kerja yang dapat kita rasakan gitu," jelas Tamba.