Indonesia Versi Scimago 2024, USU Kampus Riset Terbaik dan Duduki Peringkat ke-4

Kampus USU.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Universitas Sumatera Utara (USU) meraih posisi keempat terbaik di Indonesia untuk kategori riset dalam pemeringkatan yang dirilis lembaga pemeringkatan dunia Schimago 2024. Di atas USU ada Universitas Indonesia di posisi pertama, kedua Universitas Gadjah Mada dan ketiga Universitas Diponegoro.

img_title USU Gelar Wisuda Diikuti 5.263 Lulusan, Prof Muryanto Ingatkan Keseimbangan Skills dan Asah Kompetensi

Hal itu  diungkapkan Rektor USU Prof Muryanto Amin dalam keterangannya, Senin 29 April 2024. Ia mengatakan capaian peringkat USU khususnya di bidang riset pada pemeringkatan Scimago pada tahun ini merupakan buah dari konsistensi dalam perubahan yang dilakukan.

"Terima kasih kepada seluruh civitas akademika USU yang telah berkontribusi dan semoga di tahun berikutnya kita bisa lebih baik," ucap Prof. Mury.

img_title Capaian Gemilang USU di Dies Natalis ke-74, Rektor Muryanto Paparkan Transformasi Reputasi Global dan Lompatan Prestasi

Rektor USU, Prof Muryanto Amin.

Photo :
  • Dok USU

Sementara itu, Kepala Humas Promosi dan Protokoler, Amalia Meutia, MPsi, Psikolog menambahkan USU pada tahun ini berhasil melesat ke posisi keempat dalam kategori riset berdasarkan penilaian dari Scimago dengan berbagai indikator.

img_title PKKMB USU 2026 Diikuti 8.360 Mahasiswa Baru, Rektor Tekankan Pentingnya Kemampuan Komunikasi untuk Raih Karir Cemerlang

Di antaranya yaitu dampak normalisasi, indikator ini dihitung dari output kepemimpinan institusi, menggunakan metodologi yang ditetapkan oleh Institut Karolinska di Swedia yang diberi nama Item oriented field normalized citation score average.

Kemudian, excellence with Leadership (EwL), excellence with Leadership menunjukkan jumlah dokumen dalam Excellence yang mana institusi menjadi kontributor utamanya (Moya-Anegón, et al., 2013). Indikator yang bergantung pada ukuran.

Output (O), jumlah total dokumen yang dipublikasikan di jurnal ilmiah yang terindeks Scopus. Not Own Journals Output (NotOJ): jumlah dokumen yang tidak diterbitkan pada jurnal milik sendiri (diterbitkan oleh institusi). Own Journals (OJ): jumlah jurnal yang diterbitkan oleh institusi.

"International Collaboration (IC), yakni output institusi yang dihasilkan melalui kerja sama dengan institusi luar negeri. Nilai-nilai tersebut dihitung dengan menganalisis keluaran lembaga yang afiliasinya mencakup lebih dari satu alamat negara. Publikasi Berkualitas Tinggi (Q1), yaitu jumlah publikasi yang diterbitkan suatu institusi di jurnal ilmiah paling berpengaruh di dunia. Ini adalah peringkat di kuartil pertama (25%) dalam kategorinya sesuai urutan berdasarkan indikator SCImago Journal Rank (SJRII)," ujar Amalia.

Kemudian ada Keunggulan (Exc), yang menunjukkan jumlah keluaran ilmiah suatu institusi yang termasuk dalam 10% teratas makalah yang paling banyak dikutip di bidang keilmuannya masing-masing. Ini adalah ukuran tingginya keluaran lembaga penelitian. Scientific Leadership (L), sebuah kepemimpinan menunjukkan besaran keluaran suatu lembaga sebagai kontributor utama, yaitu jumlah makalah yang penulis korespondennya termasuk dalam lembaga tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title