Pemkab Sleman Studi Banding Pengendalian Inflasi ke Pemprov Sumut
- Dok Pemprov Sumut
Sebelumnya, mewakili rombongan Pemkab Sleman, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Heru Saptono mengatakan, tujuan mereka studi banding ke Pemprov Sumut ingin mengetahui dan belajar bagaimana Pemprov Sumut bisa mengendalikan inflasi yang angkanya di bawah nasional.
"Sudah hampir setahun ini Kabupaten Sleman masuk ke dalam 10 besar dengan tingkat inflasi tertinggi, yakni di atas nasional 2,5% secara year on year. Untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saja inflasinya 3,4%," katanya.
Heru menyebut, jumlah penduduk di Kabupaten Sleman sebanyak 1,1 juta jiwa, yang terdiri dari 17 kecamatan, dan 86 desa itu merupakan daerah yang PDRB-nya ditopang dari sektor jasa dan pariwisata.
"Jadi sektor jasa dan pariwisata yang menopang, sektor tersiernya yang menopang PDRB. Kami juga ingin belajar bagaimana membentuk BUMD yang bisa berperan dalam mengendalikan inflasi. Kami baru punya tiga BUMD, yakni Bank Sleman, Bank Syariah Sleman, dan PDAM Tirta Sembada," ujarnya.
Selama ini, lanjut Heru, Sleman hanya bertopang dari kunjungan wisatawan, baik lokal dan mancanegara. Katanya, jumlah wisatawan yang datang jika pada hari libur bisa sebanding dengan jumlah penduduk di kabupaten itu.
"Kalau jumlah penduduknya 1,1 juta jiwa, wisatawan yang berkunjung bisa mencapai 1 juta. Seimbang," katanya tertawa ringan.
Di akhir pertemuan, Heru berterima kasih atas jamuan dan informasi yang diberikan Pemprov Sumut dalam hal pengendalian inflasi.
"Terima kasih untuk bapak dan ibu jajaran Pemprov Sumut yang sudah berbagi ilmu kepada kami. Semoga pertemuan ini bisa membawa manfaat buat kita," jelasnya.