Diduga Cabuli Siswinya, Oknum Wakepsek SMK Negeri di Sumut Jadi Tersangka
- Freepik: pikisuperstar
VIVA Medan - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Utara (Taput) Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMK Negeri di Kabupaten Taput, Sumatera Utara sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap siswinya.
Kepala Seksi Humas Polres Taput, IPDA B Gultom mengungkapkan tersangka berinisial SMS merupakan warga Kecamatan Tarutung, Kabupaten Taput. Sedangkan korban, siswi yang masih berusia 18 tahun.
"Penetapan SMS sebagai tersangka, atas perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap siswinya sendiri," ucap Gultom, Selasa 21 Agustus 2023.
Gultom menjelaskan kronologi dugaan pencabulan itu, terjadi Senin 7 Agustus 2023, sekitar Pukul 08.00 WIB. Aksi dugaan pencabulan itu, terjadi di ruang Wakil Kepala Sekolah tersebut.
"Dalam laporannya, kronologis perbuatan cabul tersebut berawal, saat korban di ruangan kantor tersangka, sedang membuat kopi minum para guru-guru, tersangka menemuinya saat sendiri," ucap Gultom.
Kemudian, SMS mengelus dagu korban. Tak hanya sampai disitu, berselang setengah jam. Saat korban, di perpustakaan sekolah tersebut, tersangka menyuruh korban untuk mengetik surat di komputer.
"Saat itu, juga tersangka memegang paha korban serta pipi korban," tutur Gultom.
Korban pun, beberapa hari kemudian di rumahnya menceritakan apa dialaminya kepada kedua orang tuanya. Tidak terima perbuatan SMS, orang tua siswi itu melaporkan ke Polres Taput, Senin 14 Agustus 2023. Dalam hasil penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Taput.
Gultom mengungkapkan terpenuhi unsur perbuatan cabul, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti ditemukan.
"Saat ini, tersangka belum di tahan. Karena penyidik, masih membutuhkan keterangan-keterangan tambahan untuk kepentingan penyidikan," tutur Gultom.
Gultom menambah atas perbuatan SMS dijerat dengan Pasal 289 atau pasal 294 ayat 2 ke 1e KUHPidana tentang pencabulan. Dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.