Mantan Istri Tewas Tertembak Senpi Dinas, Brigadir IH Resmi Ditahan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan.
Sumber :
  • Bagus Syahputra/VIVA Medan

Medan, VIVA Medan–Buntut tewasnya Winda Lorenza Gowasa (WLG), mantan istri anggota Polri dengan menggunakan senjata api dinas polisi. Brigadir IH resmi ditahan atau penempatan khusus (Patsus).

img_title Tabrakan Maut Kembali Terjadi di Tol Medan-Tebing Tinggi KM 54, Tiga Orang Tewas

Brigadir IH di Patsus, dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan kepada wartawan, di Mako Polda Sumut, Selasa 11 Agustus 2026.

Brigadir IH dilakukan Patsus oleh Bidang Propam Polda Sumut."Dipatsus terkait tidak bisa mengamankan senjata api yang dipercayakan kepada dia (Brigadir IH)," jelas Kombes Pol. Ferry Walintukan.

img_title Kebakaran Pabrik Sabun di Sei Mangkei, PT Evyap Berikan Batuan Kepada Keluarga Korban Tewas Serta Evaluasi Operasional

Kombes Pol. Ferry Walintukan menjelaskan bahwa Brigadir IH dilakukan Patsus sejak Senin 10 Agustus 2026. Patsus terhadap anggota Polsek Sunggal hingga 20 hari kedepan.

"Dipatsus selama 20 hari, hingga 29 Agustus mendatang," ungkap Kombes Pol. Ferry Walintukan.

img_title Ini Identitas Tiga Korban Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei Simalungun

Sebelumnya, Ayah kandung WLG, Sanalu Gowasa membeberkan sejumlah kejanggalan terkait kematian putrinya, yang merupakan mantan istri personel Polrestabes Medan, Brigadir IH, yang dibunuh menggunakan senjata api dinas milik Polri itu.

WLG (35) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar mandi, di rumah Brigadir IH di Perumahan Bumi Asri, Jalan Pondok Kelapa, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu sore, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Sanalu Gowasa menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui korban terbunuh dari petugas polisi pada Senin 3 Agustus 2026. Keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan pada kondisi pemakaman. Yang mana, pihak kepolisian menyebutkan korban bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya itu.

Sanalu Gowasa mengatakan kepadanya bahwa korban tidak terbunuh karena senjata api. Tapi, selain sakit jantung, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan selama sepekan terakhir. 

“Saya sempat bertanya, bukannya anak saya masih di Jakarta. Adiknya bilang kalau dia (WLG) sudah dijemput mertuanya ke Medan,” sebut Sanalu Gowasa kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2026.

Usai mendapatkan informasi putrinya terbunuh, Sanalu Gowasa mengatakan pihak keluarga langsung mendatangi RS Bhayangkara Medan. Lalu, ia mengatakan dirinya tidak diperbolehkan melihat jenazah dan melapor serta harus mendapat izin dari Polsek Medan Helvetia.

Setelah kembali ke rumah sakit, Sanalu akhirnya diperbolehkan melihat jenazah putrinya, keesokan harinya. Dia pun terkejut dengan kondisi tubuh putrinya. 

Halaman Selanjutnya
img_title