Pertemuan Hangat Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut dan Konjen RRT, Bahas Investasi Hingga Pengawasan WNA

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut, Parlindungan, saat menerima kunjungan kehormatan dari Konsul Jenderal RRT di Medan.
Sumber :
  • dok Imigrasi Sumut.

Medan, VIVA Medan–Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menerima kunjungan kehormatan dari Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Huang He, Selasa 7 Juli 2026. 

img_title Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz Dibatalkan Trump, Diganti Negara Kawasan Teluk Investasi ke AS

Pertemuan strategis ini, yang berlangsung di Kantor Wilayah ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi bilateral. Kedua belah pihak berkomitmen penuh meningkatkan koordinasi, khususnya dalam memperlancar pelayanan keimigrasian serta pengawasan warga negara asing di wilayah Sumatera Utara. 

"Pertemuan ini berfokus pada penguatan kerja sama di berbagai sektor vital, mulai dari investasi, perdagangan, hingga pariwisata yang melibatkan mobilitas warga negara RRT," sebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan.

img_title Kolaborasi dengan Kejati Perkuat, Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan WNA Hingga Penegakan Hukum Keimigrasian

Parlindungan menegaskan bahwa jajaran imigrasi berkomitmen memberikan pelayanan yang prima, adaptif, dan akuntabel guna mendukung iklim investasi yang sehat di daerah. Kendati demikian, Imigrasi Sumut menegaskan akan tetap mengedepankan kebijakan selektif (selective policy) demi menjaga kedaulatan negara.

Komitmen penegakan hukum tersebut berjalan selaras dengan prinsip "Imigrasi untuk Rakyat" yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko. Di sisi lain, Konjen Huang He menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan profesionalisme jajaran imigrasi Sumut. 

img_title Imigrasi Medan Ungkap Kasus Penipuan 'Love Scamming' Melibatkan 7 WNA dan 31 WNI, Target Korban WN Jepang

"Sebagai langkah konkret, kedua instansi sepakat membangun jalur komunikasi yang lebih intensif guna mengantisipasi sekaligus menyelesaikan berbagai potensi kendala keimigrasian di lapangan," sebut Parlindungan. 

Melalui langkah proaktif ini, kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak hanya mengoptimalkan fungsi pengawasan keimigrasian yang harmonis dan humanis. Lebih dari itu, sinergi ini ditargetkan mampu menjadi stimulus kuat dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Hubungan internasional yang aman dan kondusif ini diproyeksikan membawa dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Utara," kata Parlindungan.