Seorang Lansia Hanyut Saat Memancing di Sungai Lau Biang Karo dan Ditemukan Tewas

Tim SAR Gabungan saat evakuasi korban hanyut di Sungai Lau Biang, Kabupaten Karo.
Sumber :
  • dok SAR Medan

Karo, VIVA Medan–Setelah proses pencarian selama 6 hari, akhirnya seorang kakek bernama Nuah Ginting (61), yang menjadi korban hanyut, berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di Sungai Lau Biang, Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

img_title Seorang Remaja Hanyut Saat Berenang di Sungai Ular Sergai, Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika menjelaskan pihaknya melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Lau Biang, dilakukan sejak 1 Juli 2026 hingga 6 Juli 2026. 

"Korban ditemukan pada Senin sore, 6 Juli 2027, sekitar pukul 17.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia, setelah enam hari pencarian, berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP)," kata Hery, Selasa 7 Juli 2026.

img_title Pria Paruh Baya di Simalungun Ditemukan Tewas, Usai Hanyut di Sungai Bah Toguran Saat Pergi ke Ladang

Berdasarkan kronologi kejadian itu, bermula yang merupakan pria lanjut usia (Lansia) tersebut, pergi memancing di pinggir Sungai Lau Biang, Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Namun hingga malam hari korban, tidak kunjung pulang ke rumah.

"Keluarga korban bersama masyarakat dan personel Polsek Payung segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Dalam pencarian awal tersebut, petugas hanya menemukan barang-barang milik korban berupa parang, sandal, dan tempat ikan di lokasi korban biasa memancing, sementara keberadaan korban belum diketahui," jelas Hery.

img_title Berantas Pungli, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Karo Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selanjutnya, pihak keluarga melalui Polsek Payung melaporkan kejadian tersebut, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pelaksanaan Operasi SAR.

Hery mengatakan sejak operasi SAR dimulai, Tim SAR Gabungan melakukan berbagai metode pencarian secara terpadu. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran Sungai Lau Biang dengan cara pemantauan dari udara menggunakan drone thermal, deteksi bawah permukaan air menggunakan Aqua Eye, serta scouting darat menyusuri bantaran sungai pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

"Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban berhasil ditemukan pada koordinat 03°07′20.44″N 98°18′08.08″E, sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian awal, dalam keadaan meninggal dunia," ucap Hery.

Tim SAR Gabungan selanjutnya, mengevakuasi korban menuju rumah duka dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dikebumikan. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan semangat kebersamaan selama operasi berlangsung. Sinergi seluruh unsur menjadi faktor penting sehingga korban akhirnya dapat ditemukan dan dievakuasi dengan aman," kata Hery.