Periode Mei 2026, KAI Sumut Melayani Pengangkutan BBM Capai 145 Ribu Ton

Kereta api pengangkut BBM.
Sumber :
  • dok KAI Sumut

Medan,VIVA MedanPeriode bulan Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara, telah mengangkut bahan bakar minyak (BBM) mencapai 145.959 ton pada Mei 2026. Data tersebut, mengalami peningkatan 12 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu pada Mei 2025 yang melayani 130.449 ton.

img_title Misi Bobby Nasution Lewat Porprovsu 2026, Matangkan Atlet Sumut Menuju PON NTB-NTT

Hal itu, diungkapkan oleh Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Ia menjelaskan bahwa sektor transportasi dan pergudangan pada Triwulan I 2026 di wilayah ini tumbuh 8,52 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibanding Triwulan I 2025.

Anwar juga mengungkapkan bahwa peningkatan volume ini linier dengan geliat sektor transportasi regional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, yang dirilis pada 5 Mei 2026, 

img_title Wujudkan 'Imigrasi untuk Rakyat', Kakanwil Imigrasi Sumut Cek Langsung Layanan Kanim Padang Sidimpuan

"Pertumbuhan pada sektor transportasi ini tentu berdampak langsung pada peningkatan permintaan BBM sebagai sumber energi. Dalam hal ini, angkutan BBM dengan kereta api memastikan bahwa energi dapat didistribusikan dengan aman, lancar, dan dengan daya angkut yang besar," ucap Anwar, Sabtu 6 Juni 2026.

Anwar menambahkan, kereta api memiliki keunggulan kompetitif dalam mendukung ketahanan energi nasional karena mampu mengangkut komoditas cair dalam volume besar secara aman sekaligus tepat waktu. Ketersediaan bahan bakar yang konsisten menjadi motor penggerak aktivitas sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah.

img_title Stok Aman, Gubernur Sumut Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU: yang Langka Itu Pengemudi Mengantar BBM

Berdasarkan data, tren volume angkutan BBM pada bulan Mei terus mendaki dalam tiga tahun terakhir. Pada Mei 2024, volume angkutan tercatat sebesar 119.774 ton, kemudian naik menjadi 130.449 ton pada Mei 2025, hingga menembus 145.959 ton pada Mei 2026.

Layanan logistik hijau ini memfasilitasi distribusi dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang terintegrasi dengan Stasiun Labuan menuju TBBM Kisaran dan TBBM Siantar. Jaringan ini menjadi urat nadi pasokan energi baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun sektor industri di Sumatera Utara.

Anwar menambahkan, masifnya konektivitas jalan tol di Sumatera Utara mulai dari Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa, Tol Medan–Binjai–Langsa, Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, hingga Tol Indrapura–Kisaran ikut memicu lonjakan mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik sekunder yang membutuhkan kepastian pasokan energi.

Halaman Selanjutnya
img_title