Longsor di Sibolangit, Ini Langkah Penanganan Dilakukan Pemkab Deli Serdang

Salah satu rumah terkena dampak longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Sumber :
  • dok Pemkab Deli Serdang

Deli Serdang, VIVA Medan –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memastikan seluruh korban dalam peristiwa tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, telah ditemukan. Operasi SAR gabungan resmi ditutup, sementara penanganan dampak longsor di sejumlah titik lainnya masih terus berlangsung.

img_title Bukan Beras Impor, Ini Fakta di Balik Penggerebekan Gudang Beras Fortifikasi di Deli Serdang

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, menjelaskan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban telah selesai dilaksanakan.

“Seluruh korban tanah longsor di Desa Sembahe telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR gabungan juga sudah resmi ditutup, dan saat ini kami fokus pada penanganan lanjutan di lokasi terdampak,” ucap Mukti Ali Harahap, dalam keterangan persnya, Jumat 10 April 2026.

img_title Diduga Cabuli 8 Siswi, Pemkab Deli Serdang Pecat Oknum Guru Honorer dan Sertifikasinya Segara Dicabut

Ia juga menjelaskan, bahwa dalam kejadian tersebut tercatat lima orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan. Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta satu unit fasilitas ibadah.

Saat ini, lokasi terdampak di Desa Sembahe telah diamankan oleh pihak kepolisian dengan pemasangan garis pembatas. Pemerintah juga akan melaksanakan pembersihan lanjutan melalui gotong royong setelah kondisi dinyatakan aman.

img_title Banjir di Deli Serdang Merendam 5.367 Rumah, 11 Rumah Hanyut dan 18.940 Jiwa Terdampak

Di titik lain di Kecamatan Sibolangit, seperti Desa Batu Belin dan Desa Tambunen, material longsor yang menutup badan jalan telah berhasil dibersihkan. Namun, masih terdapat jalur yang hanya dapat dilalui satu arah sehingga memerlukan kewaspadaan pengguna jalan.

“Di Sibolangit, titik longsor ada di lima desa. Titik longsor di Desa Tambunen saat ini hanya bisa diakses satu jalur,” tutur Mukti kembali. 

Sementara itu, di Kecamatan STM Hilir, Desa Penungkiren, akses jalan penghubung antar kecamatan yang sempat terganggu akibat material longsor. Hingga saat ini, jalur tersebut telah dibersihkan.

BPBD bersama unsur terkait tetap siaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan, seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Seluruh titik longsor yang terjadi diawali hujan deras pada Selasa malam. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat,” jelas Mukti.