Gus Irawan Bahas Tentang Prabowonomics : Gerakan Ekonomi Kerakyatan dan Berdaulat
- dok Pemkab Tapsel
Medan ,VIVA Medan –Politisi Partai Gerindra sekaligus Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu menyinggung beberapa hal terkait kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Menurutnya, berbagai kebijakan Presiden Prabowo menyasar ekonomi yang berdaulat di tangan rakyat ternyata mendapat perlawanan yang sangat keras.
Gus Irawan Pasaribu, berbicara di hadapan media di Q-Padel Jalan Bunga Asoka, Kota Medan. Q-Padel ini adalah lapangan padel yang dulunya bernama QS Futsal. Usai mencoba beberapa permainan dengan tim Bank Sumut, Gus Irawan menyempatkan diri memberikan pandangan-pandangannya tentang perekonomian terkini.
“Ya menurut saya wajar saja kalau sekarang Pak Prabowo, mengedepankan pemikirannya membangun kerakyatan ekonomi lalu mendapat tantangan luar biasa dari penganut kapitalis,” ucapnya, dalam keterangan persnya, Selasa 16 Juni 2026.
Dia mengatakan apa yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini memang sesuai konsep yang diamanahkan almarhum Soemitro Djojohadikusumo sebagai begawan ekonomi. Gus Irawan mengatakan aliran ekonomi Prabowo ini lebih dikenal sebagai Prabowonomics dengan penguatan pada kerakyatan ekonomi.
“Saya kira memang tidak akan bisa ini kita pertentangkan atau takkan bisa bertemu kalau tidak ada penyesuaian antar mazhab. Pak Prabowo ini antitesis dari kapitalis. Karena memang sudah terlalu lama kita meninggalkan konstitusi yang sebetulnya. Kalau mau jujur sudah melanggar UUD 1945 terutama pasal 33,” kata Gus Irawan.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu.
- dok Pemkab Deli Serdang
Dia mengungkapkan seharusnya sesuai UU, perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas azas kekeluargaan. “Sudah pasti bukan kapitalisme pasti bukan liberalisme ya kan. Makanya sekarang coba lihat praktik ekonomi kita selama ini. Yang besar makan yang kecil,” sebutnya.
Jika perekonomian disusun sebagai usaha bersama artinya harus memberikan kesempatan yang sama untuk setiap orang, faktanya selama ini tidak begitu. "Nah kemudian juga kita lihat ayat 2 pasal 33 disebutkan cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara. Ini yang kemudian diluruskan oleh Presiden kita. Seterusnya ayat 3, bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat sebesar-besar," jelasnya.
Menurut Gus Irawan, inilah yang kemudian dikembalikan Presiden Prabowo dengan mengatur perekonomian sedemikian rupa melalui berbagai kebijakan pemerintah baik dengan program prioritas makan bergizi gratis, koperasi merah putih, membangun sekolah Garuda, sekolah rakyat serta pemerataan perekonomian.