Selama Juni 2023, Polrestabes Medan Tangkap 140 Bandit Jalanan
- BS Putra/MEDAN VIVA
VIVA Medan - Sebanyak 140 pelaku kejahatan yang kerap beraksi di jalanan ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan sepanjang bulan Juni 2023 ini. Ratusan tersangka ini, berdasarkan 97 kasus yang berhasil diungkap.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda menjelaskan, penangkapan ratusan bandit jalanan ini sebagai komitmen Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat dan keadilan, menjadi korban tindak kriminal di jalan.
Para pelaku ini, melakoni kejahatan seperti curas, curanmor, curat (3C), senjata tajam (sajam) dan penganiayaan berat (anirat). Sehingga perlu dilakukan penanganan kasus yang intensif.
"Untuk kasus yang menonjol ada tiga dan sempat menjadi viral di media sosial (medsos)," kata Valentino saat menggelar jumpa pers di Mako Polrestabes Medan, Kamis 22 Juni 2023.
Valentino menjelaskan bahwa kasus menonjol yang berhasil diungkap yakni pembegalan yang menewaskan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Insanul Anshori Hasibuan, pada 14 Juni 2023 lalu.
Empat pelaku begal dan pembunuhan mahasiswa UMSU
- BS Putra/MEDAN VIVA
"Yang kedua kasus pembegalan dengan senjata tajam di Titi Sewa Percut, dimana kita meringkus tiga orang tersangka," jelas mantan Direktur Lalulintas Polda Sumut itu.
Kasus ketiga yang menonjol, kata Valentino, pencurian mobil milik driver taksi online di Tol Amplas. Modus keempat pelaku berpura-pura memesan taksi online. Saat di perjalanan, pelaku pura-pura buang air, kemudian sopir dijerat dan dibuang di Sergai.
"Satu dari keempat pelaku yang kita amankan ditembak di bagian kaki, karena berusaha melawan," ucapnya.
Valentino mengatakan, terkait dengan banyaknya begal, geng motor (gemot) dan tawuran belakang ini, pihaknya akan meningkatkan lagi kegiatan yang sudah dilakukan.
"Kita mendapat dukungan penuh dari Polda Sumut, Pemko Medan, Kodam dan Kodim untuk menyebar anggota setiap hari," ucapnya.
Valentino menjelaskan pihaknya juga melakukan kegiatan stasioner dengan berpatroli sesuai hasil evaluasi. Valentino mengungkapkan, pihaknya juga menempatkan anggota di titik-titik yang sering menjadi pintu masuk pelaku begal dari luar Medan.
"Untuk di dalam kota kita melakukan hunting. Kita juga mengevaluasi jam, lokasi dan titik kumpul para pelaku. Yang jelas kami tidak mentolerir kejahatan jalanan, kami akan melakukan tindakan tegas," katanya.