Anak Sering Main PS Berjam-jam, Apa Dampak Screen Time Tinggi untuk Mata?
- Ist/VIVA Medan
Jakarta,VIVA Medan-Komedian sekaligus influencer Arafah Rianti membagikan kekhawatirannya akan kesehatan mata pelanggan rental playstation (PS) miliknya. Keresahan itu, ia ungkapkan saat berbincang dalam siniar (podcast) “Kejar Setoran” bersama Pras Teguh.
Komika dengan gaya khas Betawi ini mengaku, ia sering melihat anak-anak betah bermain gim konsol tersebut hingga berjam-jam lamanya. Bahkan, tak jarang ibu dari pelanggannya mendatangi usaha miliknya karena putranya terlalu sering melihat layar.
“Banyak-banyak yang emaknya dateng terus ngomel, main PS mulu lu, mata lu belekan,” ungkap Arafah sambil tertawa.
Di era digital seperti sekarang ini, tentu Anda sudah tidak asing lagi melihat anak-anak dengan screen time tinggi yang sering bermain gim. Namun, apakah kebiasaan ini akan berdampak pada kesehatan mata?
Dampak Screen Time Tinggi pada Mata Anak. Anak-anak yang terlalu sering melihat gadget akan berdampak pada kesehatan, termasuk mata. Dikutip dari Asosiasi Dokter Mata Amerika Serikat (AAO), anak dengan screen time tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, kualitas tidur yang buruk, dan masalah pada perkembangan mata.
Beberapa dampak screen time tinggi untuk anak antara lain, Mata Kering dan Lelah. Saat menggunakan perangkat digital, mata akan lebih jarang berkedip daripada biasanya. Umumya, orang dewasa akan berkedip sebanyak 14-20 kali per menit. Sementara itu, ketika melihat gadget, mata hanya berkedip 3-5 kali per menit.
Meskipun terlihat sepele, mata yang lebih jarang berkedip akan lebih mudah kering dan lelah. Oleh karena itu, tidak heran jika si kecil mengeluh matanya gatal, kering, dan lelah setelah berjam-jam bermain PS atau perangkat lain.
Mengalami Ketegangan Mata Digital. Anak-anak yang memiliki kebiasaan main PS berjam-jam lebih berisiko mengalami ketegangan mata digital. Berbeda dengan mata kering dan lelah yang terjadi secara instan, kondisi ini merupakan istilah untuk berbagai gejala ketika terlalu lama menatap layar.
Seorang anak sedang menonton di tablet.
- Ist/VIVA Medan
Seseorang yang mengalami masalah ini akan merasakan mata kering, gatal, penglihatan kabur, hingga sakit kepala. Anak-anak yang mengalaminya bisa kehilangan minat belajar, membaca, dan kesulitan untuk fokus akibat gangguan ini.