Pejabat Sampai Artis Hadiri Milad Aisyiyah di Medan, Emak-emak Rebutan Minta Foto Bareng Pasha Ungu Hingga Rizky Billar
- dok Pemko Medan
Medan,VIVA Medan – Dari pejabat hingga artis hadiri perayaan Milad ke-109 Aisyiyah yang dirangkaikan dengan Gebyar Muktamar Muhammadiyah, digelar jalan Air Bersih, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu 14 Juni 2026.
Tampak hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Pasha Ungu , Eko Patrio, Uya Kuya, Rizky Billar , Lesti Kejora hingga Hatta Rajasa dan Ibu-Ibu Aisyiyah.
Kehadiran artis ibu kota itu, membuat emak-emak yang hadir dalam acara tersebut, jadi heboh untuk meminta foto bareng.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengingatkan kembali akar sejarah berdirinya NKRI yang tidak lepas dari keringat tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakir, hingga Kasman Singodimedjo dalam merumuskan Pancasila dan UUD 1945.
Menurut Zulkifli Hasan, kekuasaan dan jabatan yang dipegang oleh para pemimpin hari ini adalah buah dari perjuangan para pendahulu.
“Menghargai dan mendukung gerakan Aisyiyah/Muhammadiyah bukan sekedar urusan politik elektoral, melainkan sebuah kewajiban moral dan bentuk balas budi negara terhadap organisasi yang ikut melahirkan Republik Indonesia,” katanya.
Walikota Medan, Rico Waas.
- dok Pemko Medan
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan kegiatan ini, bukan sekadar seremonial biasa. Dibalik kemeriahannya, terselip pesan kuat tentang kemandirian, kekuatan serta pergerakan perempuan yang tak terbendung.
Bagaimana tidak, Aisyiyah merupakan organisasi yang mandiri dan kuat, bahkan mampu membeli tanah secara kolektif senilai Rp1,7 Miliar untuk pembangunan Gedung Dakwah. “Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan,” puji Rico Waas.
Di era modern saat ini, kata Rico Waas, sebuah organisasi atau komunitas akan memiliki posisi yang kuat dan dihormati jika mampu berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Kemandirian Aisyiyah adalah contoh positif bagi organisasi lain. Sehingga tidak heran jika kekuatan basis massa Aisyiyah di Medan dinilai sangat solid, bahkan mencakup hingga 30 cabang di 21 kecamatan se-Kota Medan.
“Saya melihat Aisyiyah memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan yang luar biasa jika diberi ruang. Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan.,”ujar Rico Waas.