Atase Agama dan Pendidikan Kedubes Arab Saudi dan UMSU Jajaki Kerjasama
- Dok UMSU
VIVA Medan - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menerima kunjungan Atase Agama dan Pendidikan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia, Ahmed Essa L Alhazmi dan Al Brag Abdullah Almeer untuk menjalin silaturahmi dan menjajaki kerjasama di bidang pendidikan dan keagamaan.
Kunjungan ini disambut langsung Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP diwakili oleh Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, di Ruang VIP Kampus UMSU Jalan Muchtar Basri, Kota Medan, Minggu 9 Maret 2025.
Rombongan Kedubes Arab Saudi melihat berbagai fasilitas dan Observatorium Ilmu Falak yang terletak di Kampus Pascasarjana UMSU.
Atase Agama dan Pendidikan Kedubes Arab Saudi di Indonesia, Ahmed Essa L Alhazmi, mengungkapkan rasa senangnya bisa berkunjung ke UMSU dan berdiskusi mengenai berbagai potensi kerja sama.
"Saya sangat senang bisa datang ke UMSU dan disambut dengan hangat oleh saudara-saudara semua," ucap Ahmed Essa L Alhazmi.
Dia mengatakan setelah mendengarkan paparan mengenai UMSU, merasa bangga dan terkesan dengan berbagai program serta kontribusi kampus ini dalam dunia pendidikan dan dakwah.
"Kami mengetahui bahwa Muhammadiyah memiliki pengaruh yang luas di Indonesia, dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sangat berbahagia dan bangga dengan pertemuan ini," kata Ahmed.
Dia menambahkan bahwa Kedubes Arab Saudi siap membantu UMSU dalam berbagai aspek, terutama dalam pengembangan bahasa, pendidikan, serta bidang lainnya yang dapat memperkuat hubungan kedua pihak.
"Kami berharap UMSU dapat membuka program studi Bahasa Arab dan terus menjalin komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi untuk melanjutkan kerja sama yang lebih erat. Insya Allah, kami akan menindaklanjuti kerja sama ini demi pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di masa depan," tambahnya.
Sebelumnya, pada kesempatan ini, WR III UMSU memperkenalkan berbagai program unggulan UMSU, salah satunya adalah Observatorium Ilmu Falak (OIF) yang telah dikunjungi lebih dari 70 ribu orang dan menjadi titik pemantauan hilal setiap tahunnya.
"Ke depannya, kami juga berencana mengembangkan OIF di Tapanuli Tengah karena kondisi cuaca dan langit di sana masih sangat mendukung," ujar WR III UMSU.