Riset Bersama BRIN, APVI Tegaskan Rokok Elektrik Lebih Baik dari Konvensional

Ketua Umum APVI, Budiyanto 'Budi JVS' saat mengunjungi Medan.
Sumber :
  • Aris Dasril/VIVA Medan

“Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dalam halaman situs resminya mengatakan, produk vape dapat menjadi alternatif berisiko rendah bagi perokok dewasa. Selain itu, mereka yang beralih sepenuhnya kepada vape akan merasakan manfaat yang lebih signifikan dibanding dual user,” ujar Budi.

img_title Modus Kotak Sabun hingga Jam Dinding, Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Vape Narkoba Asal Malaysia

APVI sendiri, sebut Budi JVS, miris dengan maraknya peredaran rokok ilegal. Hal ini jelas sangat menganggu industri, yang berdampak dari perolehan akibat rokok ilegal dengan harga murah. Apalagi, anak dibawah umur yang ditetapkan dalam peraturan diperbolehkan membeli rokok akan sangat mudah mendapatkannya.

"Kami melihat bahwa banyaknya beredar rokok ilegal ini sangat menganggu. Peredaran ini semakin gila, sedangkan dari pemerintah cukai dinaikkan terus. Ini tidak baik buat industri, karena yang akan menang yang ilegalnya pasti banyak dan semakin orang banyak rokok ilegal dibawah umur," jelas Budi JVS.

img_title Gerbang Ekonomi Barat Indonesia Dilirik, Pemprov Sumut-AS Buka Kran Investasi Baru

APVI sendiri, katanya, mengajak masyarakat untuk mengenali cara penggunaan produk vape yang aman dan sesuai aturan. Dengan pengetahuan yang memadai, manfaat pengurangan faktor risiko dari produk inovasi ini akan semakin terasa. Imbauan tersebut disampaikan pada diskusi hari ini yang terselenggara dalam rangka memperingati World Vape Day yang jatuh pada 30 Mei 2024.

“Kami percaya bahwa vape mulai diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai produk inovatif dari tembakau. Hingga hari ini, tercatat sekitar 1.317 individu atau kelompok di berbagai provinsi yang terdaftar sebagai anggota kami," ujarnya.

img_title Resmikan Diler ke-82, Komplitnya Chery ADS Gatsu Medan Perkuat Layanan 3S di Sumut

Katanya, kondisi saat ini berbeda dibandingkan dengan ketika APVI pertama kali didirikan pada 2015. Ketika itu, masyarakat masih belum banyak mengenal vape.

"Sekarang, vape sudah dikenal, tetapi tantangannya adalah meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa produk ini rendah risiko,” tutur Budi.