Predator Seks Sodomi Bocah di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat

Rumah dinas Wakil Bupati Langkat Jalan Proklamasi, Stabat, Langkat.
Sumber :
  • M Akbar/VIVA Medan

VIVA Medan - Dua bocah berusia belasan tahun diduga menjadi korban predator seks berinisial ZS (33), yang melakukan pelecehan seksual hingga sodomi korban. Parahnya, aksi bejat itu dilakukan pelaku di rumah dinas Wakil Bupati Langkat di Jalan Proklamasi, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut.

img_title Tinjau Jalan Longsor Pamah Semelir Langkat, Gubernur Bobby Pastikan Jalan Longsor Diperbaiki Oktober

Terungkap bila terduga pelaku disebut-sebut salah seorang pemilik Yayasan Perguruan di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Aksi bejat itu dilakukan pelaku terhadap kedua bocah di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat, Stabat pada akhir November 2023 lalu.

"Kejadiannya saat momen kegiatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Pendopo Jentera Malaya pada akhir November kemarin," ujar salah seorang orang tua korban, Kamis 4 Januari 2024. 

img_title Kronologi Pembunuhan di Langkat, ​Motifnya: Dendam di Balik Pencurian Sawit Berujung Maut

Ia menjelaskan, petaka yang menimpa anaknya berawal ZS mengajaknya untuk menginap di Rumah Dinas Wakil Bupati Langkat. Setibanya di sana, korban kemudian mandi untuk membersihkan diri.

Kesempatan itu diduga dimanfaatkan pelaku pedofil itu untuk merekam korban yang tengah mandi. Usai mandi, bocah polos itu diperlihatkan video rekaman tersebut oleh ZS.

img_title Sumut Juara Umum Kejuaraan Wushu Taolu Junior Sumatera 2026, Bukti Regenerasi Masa Depan

Ilustrasi anak laki-laki alami pelecehan seksual.

Photo :
  • istockphoto.com

Hal tersebut juga dimanfaatkan oleh ZS untuk mengintimidasi korban. Bahkan ZS mengancam akan menyebarluaskan video itu jika korban tidak mau melayani nafsu bejatnya. Singkat cerita, korban pun kemudian melayani nafsu bejat ZS dengan penuh terpaksa.

"Anak saya dipaksa untuk menghisap kemaluannya. Kalau anak saya gak mau, dia (ZS) ngancam akan menyebarkan video anak saya sedang mandi," ujar orang tua korban dengan nada kesal.

Aksi bejat ZS saat mendapat oral seks dari korban juga direkam. Bahkan rekaman itu juga menjadi alat intimidasi kepada korban dengan dalih untuk bungkam agar video tersebut tidak beredar luas ke masyarakat. Diduga tidak hanya satu korban saja yang melayani nafsu bejat ZS.

"Anak saya sehari sebelum kejadian itu (korban pertama), juga menjadi korban dia (ZS)," ujar orang tua korban lainnya di tempat yang sama.

Parahnya korban kedua untuk tidak hanya dipaksa melakukan oral seks. Diduga korban kedua itu disodomi oleh ZS.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, ZS melakukan pengancaman akan membunuh korban kedua jika menceritakan hal tersebut ke orang tuanya. Meski demikian, peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polres Langkat sesuai dengan tanda bukti laporan nomor: STPL/B/667/XII/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA pada 16 Desember 2023.

Halaman Selanjutnya
img_title