SPLP, Pemprov Sumut Dorong Pentingnya Standarisasi Aplikasi

Bimbingan Teknis Sistem Penghubung Layanan Pemerintah
Sumber :
  • Dok Pemprov Sumut

VIVA Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mendorong pentingnya standarisasi aplikasi layanan pemerintah. Standarisasi ini akan mempermudah pengintegrasian aplikasi-aplikasi layanan pemerintah.

img_title Solusi Transportasi Pelajar di Wilayah Terpencil, Pemprov Sumut Terjunkan 33 Bus Perintis Gratis di 5 Kabupaten

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Sumatera Utara, Ilyas Sitorus, saat menghadiri acara Bimbingan Teknis Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) di Grand Mercure Medan Angkasa, Jalan Sutomo, Kota Medan, Selasa 3 Oktober 2023.

Langkah ini perlu untuk memaksimalkan dan akurasi pada Satu Data Indonesia Sumut. Selama ini menurut Ilyas Sitorus masalah standarisasi menjadi salah satu penghalang penggabungan aplikasi-aplikasi pemerintah.

img_title Naik BRT Mebidang Cukup Sekali Bayar, Ganti Bus Tanpa Takut Tambah Biaya

“Kita perlu memastikan sistem aplikasi memiliki standar yang sama, berkomunikasi dengan protokol, bahasa yang sama, karena ketika berbeda akan sulit diintegrasikan, harusnya interoperabilitas atau aplikasi-aplikasi yang ada bisa berkomunikasi, berinteraksi, bertukar data dengan cepat,” jelas Ilyas Sitorus.

Melalui sosialisasi dan Bimtek SPLP untuk Sumut dan Aceh yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ini, Ilyas Sitorus berharap, permasalahan tersebut bisa diselesaikan. Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki standar yang sama untuk aplikasi layanan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan Satu Data Indonesia.

img_title Pendapatan Tembus Rp8,9 Triliun, Pemprov Sumut Pastikan Realisasi APBD 2026 On Track

“Kegiatan ini kita harapkan dapat menyelesaikan hal tersebut, kita menggunakan standar yang sama, berkomunikasi dengan protokol yang sama,” kata Ilyas Sitorus, yang juga merupakan Sekretaris Wali Data Indonesia Sumut.

Kadis Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus.

Photo :
  • Dok Pemprov Sumut

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Hasmirizal Lubis mengatakan, tantangan untuk membangun super aplikasi seperti Satu Data Indonesia, salah satunya adalah perbedaan kemampuan setiap Pemda. Menurutnya, bagi beberapa daerah membuat aplikasi cukup mudah, tetapi belum tentu untuk daerah lainnya.

“Bagi kota atau kabupaten yang cukup besar membuat aplikasi ini mudah, tetapi tidak juga bagi daerah lain, ini tantangan yang harus kita selesaikan, belum lagi kalau kita bicara super APP (Aplikasi Super) harus bisa diadopsi semua pihak, bisa berkomunikasi dengan yang lain, kita harus selesaikan ini segera,” kata Hasmirizal, pada acara yang juga dilakukan secara daring.

Ketua Tim Interoperabilitas Big Data dan Kecerdasan Buatan Sinta Nur Haryanti mengatakan, permasalahan yang sering terjadi juga dikodefikasi, kode induk, atau bahasa yang digunakan. Dia memberikan contoh penggunaan perempuan/laki-laki dan wanita/pria yang bisa membuat aplikasi sulit diintegrasikan.

Halaman Selanjutnya
img_title