Warga Blokade Rel Kereta Api di Batubara Buntut Seorang Lansia Tersambar KA Datuk Belambangan, Begini Kata KAI Sumut
- Tangkap Layar
Batubara, VIVA Medan–Jalur atau rel kereta api di Kilometer 15+800 petak jalan Stasiun Lalang–Stasiun Tanjung Gading, di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), di blokade oleh warga sekitar, Senin siang, 17 Agustus 2026.
Berdasarkan data dihimpun, blokade jalur kereta api tersebut, dikarenakan seorang wanita berinsial A (68) saat berjalan kaki di sekitar perlintasan tersebut, tersambar kereta api (KA) Datuk Belambangan relasi Lalang–Tebing Tinggi, pada hari itu, sekitar pukul 10.04 WIB.
Akibat peristiwa tertemper kereta api itu, wanita lanjut usia (Lansia) tersebut, yang merupakan warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, tewas di lokasi kejadian.
“KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas insiden tersebut,” ucap Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, saat dikonfirmasi medan.viva.co.id, Selasa siang, 18 Agustus 2026.
Buntut peristiwa itu, berdasarkan video yang dilihat di media sosial. Warga melakukan blokade jalur kereta api dengan menggunakan ban bekas yang dibakar di tengah jalur KA dan menutup menggunakan meja kayu.
Kemudian, dilakukan pertemuan masyawarah antara kepala desa setempat, warga dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan selaku UPT di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang menangani pengelolaan dan pengawasan prasarana serta keselamatan perkeretaapian.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak, yang telah berkomunikasi dan mencari solusi bersama sehingga operasional kereta api dapat kembali normal," kata Anwar.
Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo.
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Lanjut, Anwar mengungkapkan setelah dilakukan musyawarah itu, akses perlintasan kereta api sempat diblokade kembali dibuka pada Senin malam, 17 Agustus 2026. PT KAI Sumut memastikan operasional kereta api lintas Stasiun Bandar Tinggi–Stasiun Kuala Tanjung kembali normal, pada Senin malam, 17 Agustus 2026, pukul 20.57 WIB.
"Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari dan keselamatan masyarakat maupun perjalanan kereta api senantiasa menjadi perhatian bersama," sebut Anwar.
Anwar menjelaskan, dalam proses negosiasi tersebut, masyarakat menyepakati sejumlah langkah pengamanan di perlintasan sebidang. BTP Kelas I Medan, yang akan membangun portal pengamanan di lima titik perlintasan sebidang dan frontage road di lintas Bandar Tinggi–Kuala Tanjung.