Pria Paruh Baya Tewas Terseret Arus Sungai Batang Toru Saat Memancing Ikan
- dok Basarnas Medan
Tapanuli Utara,VIVA Medan–Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dan menemukan, seorang pria paruh baya, bernama Abdul Batoran Sihombing (53), yang tewas tenggelam dan hanyut terseret arus Sungai Batang Toru, Desa Hutapea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis siang, 28 Mei 2026.
Dalam pencarian dan evakuasi korban yang merupakan warga tak jauh dari lokasi kejadian itu, dengan melibatkan Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Danau Toba, petugas TNI/Polri dan masyarakat sekitar.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan setelah dilakukan pencarian intensif sejak 5 hari lalu, dilaporkan tenggelam di Sungai tersebut, pada Minggu siang, 24 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar pukul 13.28 WIB pada jarak kurang lebih 1,8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut," kata Hery, dalam keterangan persnya, Kamis malam, 28 Mei 2026.
Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dikebumikan."Kami turut menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini,” tutur Hery.
Hery membeberkan kronologi tewas tenggelam korban terseret arus Sungai Batang Toru, berawal korban saat itu, sedang memancing ikan, bersama rekannya di pinggir sungai. Tidak lama kemudian korban diduga tergelincir ke aliran Sungai Batang Toru dan hanyut terseret arus deras.
"Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga dan diteruskan kepada Pos SAR Danau Toba untuk permohonan bantuan pencarian dan pertolongan," sebut Hery.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan assessment awal serta briefing operasi pencarian bersama unsur SAR yang terlibat. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan sungai, pemantauan menggunakan drone thermal dan Aqua Eye, serta scouting darat di sepanjang bantaran sungai.
“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan metode penyisiran menggunakan peralatan water rescue, pemantauan melalui drone thermal dan Aqua Eye, serta scouting di sepanjang aliran sungai guna memperluas area pencarian. Seluruh unsur bekerja maksimal sejak malam pertama operasi hingga korban berhasil ditemukan,” jelas Hery.