Pengurus KONI Sumut Periode 2025-2029 Rampung, Wakil Ketua Jadi 4
- Haris Dasril/VIVA Medan
VIVA Medan - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2029 telah rampung disusun dan disetujui oleh KONI Pusat. Pelantikan dijadwalkan Juni 2025 mendatang.
Ketua Umum KONI Sumut, Hatunggal Siregar resmi memperkenalkan sosok pengurus harian kepada publik dihadapan para media di Ruang Rapat KONI Sumut, Rabu 14 Mei 2025 siang. Ketua KONI Pusat, Marciano Norman pun telah menandatangani kepengurusan KONI Sumut ini.
Hatunggal Siregar mengatakan, nama-nama yang masuk dalam kepengurusan diperoleh dari proses panjang selama 3 minggu oleh tim formatur pasca Musorprov April lalu. Pengurus KONI Sumut periode 2025-2029 yang mencapai 55 orang.
"Jumlah pengurusan kami secara tolal 55 orang terdiri dari ketua umum didampingi empat wakil ketua umum, bendahara dan wakil bendahara, sekretaris dan wakil sekretaris. Auditor ada tiga orang dan lanjut bidang bidang," tutur Hatunggal.
Sebagai pemilik hak prerogatif, Hatunggal juga meminta rekomendasi dari KONI pusat, pengurus KONI Sumut sebelumnya, pimpinan perguruan tinggi, hingga stakeholder olahraga.
"Kita harapkan ini kombinasi dari pengurus lama lebih kurang 10 orang. Kemudian dari universitas terkait, seperti Unimed dan USU dan para dari insan media juga kita masukkan. Kemudian juga dari cabor-cabor, sehingga bisa bersatu dalam rangka melanjutkan apa yang telah dicapai oleh sebelumnya," kata Hatunggal Siregar.
Susunan kepengurusan KONI Sumut periode 2025-2029.
- Haris Dasril/VIVA Medan
Pria yang baru saja mengundurkan diri sebagai ketua FOPI Sumut ini, setelah menerima SK kepengurusan dari KONI pusat dalam beberapa hari, segera lakukan percepatan penyusunan program. Termasuk melakukan koordinasi dengan Dispora Sumut terkait tindak lanjut pemanfaatan Venue dan peralatan latihan cabor pasca tuan rumah PON 2024.
"Pada saat ketemu sama Ketua KONI pusat salah satu arahan yang paling penting bagi kami adalah loyalitas kepada KONI pusat. Kedua, menggunakan, merawat, dan memaksimalkan prasarana yang telah ada dari PON (2024) di Sumatra Utara.
"Kami juga telah membuat Ketum IV yang lebih fokus kepada masalah pendataan sarana dan prasarana. Sehingga, nantinya semua prasarana olahraga PON saat digunakan kita tinggal mendatanya lebih mudah," sebut Hatunggal Siregar.