Pelatda PON 2024, Atlet Angkat Berat Sumut Bergantian Peralatan Latihan

Atlet angkat berat PON Sumut.
Sumber :
  • Istimewa/VIVA Medan

VIVA Medan - Persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut terus dilakukan, termasuk cabang olahraga (cabor) angkat berat yang berlatih menggunakan peralatan dan perlengkapan bergantian. Bahkan, kostum para lifter mencapai 5 tahun.

img_title Porprovsu 2026 Pindah Jadwal ke 1–9 Desember 2026, KONI Sumut Jamin 30 Cabor Tetap Bertanding

Hal tersebut menjadi pemandangan melihat para lifter berlatih di Gonzalwes Gym dan Sekretariat PABERSI Sumut, di Medan Helvetia, Selasa 28 November 2023. Ada 13 lifter yang dipersiapkan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Sumut tampil di PON 2024.

Satu persatu lifter angkat berat saling berganti ikat tali pinggang (sabuk) yang direkatkan ke bagian perut. Penggunaanvsabuk sebagai alat safety, untuk mengantisipasi cidera saat melakukan angkatan beban. Tidak hanya itu, mereka juga harus saling bergantian peralatan latihan seperti stik bar (besi) untuk angkatan beban

img_title Pordasi Bidik Atlet Berprestasi, Kejuaraan Berkuda Piala Wali Kota Medan 2026 Diikuti 18 Atlet Asal Sumut dan Jabar

Pelatih angkat berat, Nicky Kardova mengatakan memang saat ini peralatan dan perlengkapan latihan jauh dari kata maksimal. Namun, pihaknya tetap memaksimalkan alat dan perlengkapan yang ada demi menunjang prestasi atlet di PON ke -21.

"Sarana latihan seperti besi stik bar, platform latihan. Kalau seandainya besi banyak, atlet bisa dibagi ke beberapa tempat latihannya. Harapan kita sih bisa dikasih sarana dan prasarana supaya peralatan lebih baik," kata Nicky.

img_title Atlet China, Malaysia hingga Indonesia Berlaga di AHY Cup 2026, Lokot: Pimpong Sumut Harus Jadi Kiblat Nasional

Atlet angkat berat PON Sumut latihan.

Photo :
  • Istimewa/VIVA Medan

Bahkan, diakui Nicky saat ini perlengkapan pakaian latihan jauh dari kata layak. Disamping usia pemakaian sudah lebih dari 5 tahun. Pihaknya pun masih menanti komitmen pemerintah yang bakal mengadakan bantuan perlengkapan atlet.

"Kostum atlet kita ini usianya sudah 5 - 8 tahun. Kita sudah ajukan ke Dispora, tapi dalam proses katanya. Dengan adanya baju dan pakaian baru bisa menjadi semangat mereka. Untuk tali pinggang aja sudah 3 tahun rusak. Gantian lagi mereka pakainya ini," akui Nicky.

Dari hasil latihan saat ini, Nicky mengapresiasi perkembangan atlet yang signifikan. Bahkan Nicky optimis dengan persaingan saat ini, bukan tidak mungkin 3 emas bisa direbut pada PON.

"Ada beberapa kelas yang persaingan ketat, seperti dari Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Timur, dan Riau. Semua kelas memang beda persaingan. Di Lampung itu tradisi juaranya luar biasa. Tapi, kita punya atlet muda yang baru muncul. Mudah - mudahan capai target," yakin Nicky.

Halaman Selanjutnya
img_title