7 Orang Komplotan Oknum TNI Serka HS yang Bunuh Eks Prajurit TNI Diburu

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - Polisi tengah memburu 7 pelaku lain yang terlibat pembunuhan mantan anggota TNI, Andreas Rury Stein (44), yang diduga diotaki oknum TNI Serka HS yang dipicu permasalahan mobil rental. Ketujuh tersangka yang masih buron, masing-masing berinisial F, R, RAJ, E, INJ, C dan FS.

img_title Fakta Mengerikan Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Foto Jasad Korban Sebelum Dibakar

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengimbau kepada para pelaku tersebut, untuk segera menyerahkan diri. "Ada tersangka lainnya, dalam pengejaran kami. Masih ada 7 orang, pilihannya menyerahkan diri atau ditangkap," ucap Gidion saat memberikan keterangan pers, di Mako Polrestabes Medan, Jumat 3 Januari 2025.

Dimana, ketujuh pelaku ini, terlibat langsung dalam kasus penculikan, penyekapan, penganiayaan hingga pembunuhan terhadap Andreas. "Peran 7 orang yang belum tertangkap ini, adalah turut membantu dalam penganiayaan," jelas Gidion.

img_title Tergiur Upah Rp 20 Juta, Oknum Pegawai Lapas 1 Medan Ditangkap Polisi Karena Jadi Kurir Ratusan Vape Narkoba

Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, sudah terlebih dahulu mengamankan 4 tersangka, yang merupakan warga sipil, yakni CJS (23) warga Klambir V Ulayat Raya C, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Empat warga sipil tersangka pembunuhan eks anggota TNI, Andreas Rury Stein.

Photo :
  • BS Putra/VIVA Medan

img_title Kronologi Penangkapan Dua Pengedar 18 Kg Ganja di Medan, Berawal dari Restoran Cepat Saji Hingga ke Kandang Ayam

Kemudian, MFIH (25), FA (37), keduanya warga Jalan Binjai KM 10, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang dan F (45) warga Klambir, Desa Kampung Lalang, Kabupaten Deliserdang.

Gidion mengungkapkan peran dari masing-masing 4 pelaku dari warga sipil ini. "CJS berperan sebagai menjemput paksa korban dari rumahnya, menuju rumah tersangka pertama HS," jelas Kapolrestabes Medan.

Kemudian, Gidion mengatakan peran dari MFIH melakukan pemukulan terhadap korban, dan menebas kaki Andreas dengan sebelah parang. "FA memukul badan korban bagian dada berulang-ulang dan membantu tersangka HS mengikat tangan dan kaki korban. F perannya melakukan pemukulan dengan tangan dan selang," kata Gidion.

Gidion menjelaskan untuk motif dalam kasus pembunuhan ini, masih terus didalami lebih lanjut oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan. "Dalam penyidikan saat ini, bahwa korban menyewa mobil tersangka HS, namun tidak mengembalikan mobil tersebut. Sehingga tersangka membunuh korban secara bersama-sama," ucap Gidion.

Informasi yang diperoleh, motif dari penculikan dan pembunuhan tersebut adalah masalah mobil rental. Korban menyewa mobil milik salah seorang pelaku terduga, namun korban tidak mengembalikan mobil tersebut sehingga tersangka membunuh korban.

Halaman Selanjutnya
img_title