Wali Kota Rico Waas Dorong Akses Pembiayaan untuk Perkuat Potensi Besar UMKM di Medan
- dok Pemko Medan
Medan , VIVA Medan –Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis 20 Agustus 2026. Mengusung tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”. Kegiatan ini, mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, akademisi, lembaga pembiayaan , serta mitra pengembangan usaha.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dalam kegiatan tersebut bersama Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Wakil Kepala BRIN Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Si., Rektor USU Prof. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., dan Deputi Bidang Kewirausahaan M. Riza Damanik.
Rico Waas menilai potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan sangat besar . Oleh karena itu, diperlukan stimulus dan penguatan bagi pelaku usaha, termasuk melalui akses pembiayaan.
“Potensi UMKM kita sangat besar di Kota Medan. Bagaimana diberikan stimulus, baik dalam bentuk pinjaman maupun penguatan terhadap para pengusahanya, tentunya sangat baik. Apalagi pemerintah semakin terbuka dalam pembangunan usaha-usaha ini,” ujar Rico.
Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan wirausaha yang diadakan di tujuh provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi provinsi ketiga setelah Bali dan Jakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 pelaku UMKM dan calon wirausaha muda. Sekitar 500 UMKM mengikuti inkubasi pembiayaan yang melibatkan Bank Mandiri, Bank BPN, BNI, Bank Sumut, dan Next Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat literasi dan pengelolaan keuangan.
Sekitar 500 peserta lainnya mengikuti inkubasi berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi melalui 11 lembaga inkubator di Sumatera Utara, termasuk USU. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, pemanfaatan teknologi, pemasaran, dan produktivitas usaha.
Penguatan akses usaha juga dilakukan melalui business match, expo, serta akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) massal. Delapan pelaku UMKM terpilih mengikuti business match untuk membuka peluang kerja sama usaha secara berkelanjutan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam kegiatan tersebut memberikan arahan terkait penguatan ekosistem UMKM dan kewirausahaan nasional. Pelaku usaha didorong tidak hanya berani untuk memulai, tetapi juga mampu bertumbuh dan memberikan dampak.